Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsRegionalWow! Anggaran Mamin PNS Kalahkan Gaji Seluruh THL di Banyuwangi

Wow! Anggaran Mamin PNS Kalahkan Gaji Seluruh THL di Banyuwangi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Alokasi anggaran makan dan minum (mamin) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Banyuwangi cukup fantastis. Berdasarkan data yang dihimpun Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Tenaga Harian Lepas (THL), dalam setahun anggaran mamin PNS mencapai Rp 60 Miliar.

“Dalam setahun, anggaran mamin PNS menghabiskan anggaran hingga Rp 60 miliar,” kata Muhammad Amrullah, perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Peduli THL, saat dikonfirmasi, Jumat 9 April 2021.

BACA JUGA: Rekrutmen Ulang, 331 THL Banyuwangi yang Diputus Kontrak Akan Didiklat Khusus

Menurut Amrullah, anggaran mamin tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan gaji seluruh THL yang nilainya hanya dikisaran angka Rp 58 Miliar dalam setahun.

“Lebih besar dibandingkan untuk gaji seluruh THL dalam setahun. Padahal, jumlah PNS di Banyuwangi hanya sekitar 4 ribuan. Harusnya tidak sebanyak itu juga anggaran untuk mamin,” ungkapnya.

Tak hanya anggaran mamin, anggaran perjalanan dinas PNS juga memiliki nilai yang fantastis mengalahkan anggaran untuk gaji THL. Dalam setahun, Pemkab Banyuwangi menghabiskan anggaran Rp 70 Miliar untuk kebutuhan perjalanan dinas.

“Perjalanan dinas memang perlu. Namun karena saat ini masih pandemic Covid-19 mestinya kan bisa dihemat. Bisa sampai 50 persen penghematannya. Sisa anggarannya bisa untuk kebutuhan program pembangunan atau untuk menambah honor THL,” tegasnya.

Berdasarkan informasi dan data yang dihimpun pihaknya, honor THL di Banyuwangi hanya dikisaran Rp 1.250.000 perbulan. Angka tersebut jauh dari kata layak, mengingat upah minimal kabupaten (UMK) sebesar Rp 2.314.278.

“Perusahaan swasta saja diwajibkan menggaji karyawannya minimal UMK. Ini kok THL yang mengabdikan dirinya ke pemerintah, ada yang sudah belasan hingga puluhan tahun, gajinya hanya segitu,” sesalnya.

Parahnya lagi, Pemkab Banyuwangi tega memutus kontrak 331 THL dengan dalih keterbatasan anggaran. Padahal, anggaran tersebut sudah tersedia sesuai dengan kesepakatan eksekutif dan legislatif saat penetapan APBD 2021.

BACA JUGA: Kisruh THL Banyuwangi, Aktivis Desak Sekda Dicopot dari Jabatannya

“Anggaran untuk 331 THL yang dipecat ini hanya Rp 5,9 Miliar pertahun. Kalau toh memang benar anggarannya kurang, kan bisa diambilkan dari anggaran mamin atau perdin PNS yang menurut saya nilainya tidak masuk akal,” tandasnya.

Untuk itulah, Koalisi Masyarakat Sipil Peduli THL akan terus memperjuangkan nasib 331 THL yang di PHK secara masal oleh Pemkab. Sekaligus memperjuangkan agar mereka menerima gaji yang layak, minimal sesuai dengan UMK Banyuwangi.

Sayangnya, Sekretaris Kabupaten, Mujiono selaku pimpinan tertinggi birokasi di Banyuwangi enggan berkomentar terkait persoalan ini. Yang bersangkutan menolak saat Nusadaily.com mencoba untuk memberikan hak jawab maupun tanggapan terkait polemik THL. (ozi/lna)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Bali

Kabar Gembira, Kawasan Wisata GWK Cultural Park Buka Kembali

0
NUSADAILY.COM - BADUNG - Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembali untuk kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak bulan...