Minggu, Juli 3, 2022
BerandaNewsRegionalWaspada! Penularan PMK Magetan Mulai Mengarah ke Madiun

Waspada! Penularan PMK Magetan Mulai Mengarah ke Madiun

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di semakin mengkhawatirkan. Di Kabupaten Magetan sendiri kasus PMK belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Awalnya penyebaran PMK di Magetan terjadi di wilayah dataran tinggi seperti Kecamatan Plaosan dan Poncol hingga saat ini menyebar ke wilayah yang lebih rendah. Parahnya, penularan PMK di sudah mendekati perbatasan Kabupaten Madiun.

Baca Juga: Dampak PMK Magetan, Sapi di Janggan Terancam Punah

drh Budi Nurohman, Kabid Keswan Disnakan Magetan mengatakan, saat ini kasus sapi positif PMK sudah mencapai 2.084 ekor, 988 sembuh, 14 mati dan 8 potong paksa.

“Peternak di perbatasan Magetan dengan Madiun kami harapkan untuk waspada,” kata Budi kepada nusadaily.com, Selasa (21/06/2022).

Baca Juga: Pencairan Dana PMK Magetan Belum Bisa Terlaksana, Tunggu Disnakkan Ajukan Perubahan Anggaran

Bagi para pemilik ternak sapi, lanjutnya, diimbau untuk menjaga kebersihan kandang, melakukan biosekuriti yang ketat, serta memberikan nutrisi yang tepat untuk ternaknya.

“Cuaca juga mempengaruhi. Mendung dan kemudian turun hujan, biasanya hari berikutnya akan bertambah (PMK),” jelasnya.

Baca Juga: Pencairan Dana PMK Magetan Belum Bisa Terlaksana, Tunggu Disnakkan Ajukan Perubahan Anggaran

Lebih lanjut Budi mengatakan, pihaknya saat ini telah menerjunkan tim Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) untuk mendampingi peternak agar tidak panik dan meyakinkan mereka bahwa PMK bisa sembuh.

“Banyakkok yang sembuh saat ini. Peran serta pemiliklah yang mendominasi kesembuhan ternaknya. Jika mengandalkan petugas, saat ini jumlahnya masih terbatas,” jelasnya.

Baca Juga: Gercep Cegah PMK, Polres Mojokero Gelar Operasi Pembatasan Truk Muat Sapi

Terkait vaksin PMK, Budi mengaku belum dapat memberikan kepastian kapan vaksin bisa dilakukan. Namun data dari tingkat desa telah dilakukan.

“Mudah-mudahan vaksin bisa secepatnya. Saat ini para petugas sudah mendapat pelatihan input data dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya. (nto/ark)

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Tak Hanya Mobil, Motor Mewah pun Diusulkan Dilarang Pakai Pertalite

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Mobil di atas 2.000 cc bukan satu-satunya kendaraan yang diusulkan agar tidak lagi bisa mengkonsumsi BBM subsidi jenis Pertalite. Badan...

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di semakin mengkhawatirkan. Di Kabupaten Magetan sendiri kasus PMK belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Awalnya penyebaran PMK di Magetan terjadi di wilayah dataran tinggi seperti Kecamatan Plaosan dan Poncol hingga saat ini menyebar ke wilayah yang lebih rendah. Parahnya, penularan PMK di sudah mendekati perbatasan Kabupaten Madiun.

Baca Juga: Dampak PMK Magetan, Sapi di Janggan Terancam Punah

drh Budi Nurohman, Kabid Keswan Disnakan Magetan mengatakan, saat ini kasus sapi positif PMK sudah mencapai 2.084 ekor, 988 sembuh, 14 mati dan 8 potong paksa.

"Peternak di perbatasan Magetan dengan Madiun kami harapkan untuk waspada," kata Budi kepada nusadaily.com, Selasa (21/06/2022).

Baca Juga: Pencairan Dana PMK Magetan Belum Bisa Terlaksana, Tunggu Disnakkan Ajukan Perubahan Anggaran

Bagi para pemilik ternak sapi, lanjutnya, diimbau untuk menjaga kebersihan kandang, melakukan biosekuriti yang ketat, serta memberikan nutrisi yang tepat untuk ternaknya.

"Cuaca juga mempengaruhi. Mendung dan kemudian turun hujan, biasanya hari berikutnya akan bertambah (PMK)," jelasnya.

Baca Juga: Pencairan Dana PMK Magetan Belum Bisa Terlaksana, Tunggu Disnakkan Ajukan Perubahan Anggaran

Lebih lanjut Budi mengatakan, pihaknya saat ini telah menerjunkan tim Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) untuk mendampingi peternak agar tidak panik dan meyakinkan mereka bahwa PMK bisa sembuh.

"Banyakkok yang sembuh saat ini. Peran serta pemiliklah yang mendominasi kesembuhan ternaknya. Jika mengandalkan petugas, saat ini jumlahnya masih terbatas," jelasnya.

Baca Juga: Gercep Cegah PMK, Polres Mojokero Gelar Operasi Pembatasan Truk Muat Sapi

Terkait vaksin PMK, Budi mengaku belum dapat memberikan kepastian kapan vaksin bisa dilakukan. Namun data dari tingkat desa telah dilakukan.

"Mudah-mudahan vaksin bisa secepatnya. Saat ini para petugas sudah mendapat pelatihan input data dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur," pungkasnya. (nto/ark)