Minggu, Januari 23, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalWarga Kota Malang Mengaku Alami Gangguan Penglihatan Setelah Vaksin

Warga Kota Malang Mengaku Alami Gangguan Penglihatan Setelah Vaksin

NUSADAILY.COM – MALANG – Seorang warga Jalan Burung Gereja, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang mengaku mengalami gangguan kesehatan. Hal tersebut terjadi setelah Joko Santoso (38) disuntik vaksin AstraZeneca dosis pertama.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan ini, sempat buta selama tiga hari. Namun saat ini, penglihatannya berangsur membaik meski belum sepenuhnya normal seperti semula.

Mulanya, Joko mengikuti kegiatan vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca dosis pertama pada Jumat (3/9/2021). Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di rumahnya Ketua RW, yang digelar Kelurahan Arjowinangun.

“Saat datang kesana, dilakukan screening kesehatan dan hasilnya normal semua. Usai disuntik vaksin, saya tunggu selama 15 menit, setelah itu saya pulang ke rumah,” terang dia, Kamis (2/12/2021).

Sesampainya di rumah, pria yang akrab disapa Joko ini langsung mengalami mual hingga muntah-muntah.

“Jam 11.00 WIB sampai di rumah, tiba-tiba mual dan muntah dua kali. Saya pun telepon istri saya, dan disuruh minum suplemen vitamin C. Setelah itu, saya buat tidur-tiduran sambil menunggu istri saya pulang,” jelas dia.

Lalu malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB, dirinya mengalami pandangan mata kabur.

“Saat saya main ponsel, pandangan mata saya kabur. Saya kira sudah mengantuk, akhirnya saya buat untuk tidur,” imbuh dia.

Keesokan harinya pada Sabtu (4/9/2021), dirinya kaget karena tidak bisa melihat sama sekali.

“Usai bangun tidur, pandangan kedua mata mendadak gelap gulita. Saya bingung, karena hari itu sebenarnya mau berangkat kerja ke Karangploso. Akhirnya, saya laporan ke Ketua RW,” terang dia.

Usai laporan ke Ketua RW, dirinya pun diarahkan ke RSIA Refa Husada. Kemudian pada Senin (6/9/2021), ia pun akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

“Di RSSA, saya opname. Selama tiga hari pengobatan, sudah mulai membaik. Saya pun akhirnya bisa melihat, awalnya yang gelap gulita, terus menjadi abu-abu,” ungkap dia.

Di RSSA Malang, Joko diopname selama 11 hari. Dan selama masa opname tersebut, kondisi penglihatannya berangsur membaik.

“Kalau sekarang, pandangan kedua mata berwarna hitam putih. Tetapi alhamdulillah, sudah bisa jalan sendiri dan enggak dituntun. Oleh dokter, diimbau tidak boleh bekerja keras dulu,” jelas dia.

Akibat kejadian yang dialaminya itu, Jomo harus kehilangan pekerjaannya sebagai kuli bangunan. Kini, ia berharap ada keajaiban yang bisa membuat kedua matanya dapat melihat secara normal.

“Oleh dokter disuruh berdoa terus, karena pihak dokter sudah membantu semaksimal mungkin. Karena dokter pun juga bingung, penyebab pandangan mata saya seperti itu karena apa. Karena gula darah tidak ada, hipertensi normal, semuanya juga normal,” papar dia.

Sementara itu, Lurah Arjowinangun Andi Hamzah menuturkan, pihaknya langsung merespon adanya kejadian yang dialami oleh salah satu warganya tersebut.

“Agar pak Joko tidak mengeluarkan biaya saat di RSSA Malang, kami berkoordinasi dengan pihak puskesmas dan surat pengantar dari RT RW, untuk kami buatkan sebagai peserta BPJS Kesehatan. Dan alhamdulillah, tidak ada lagi pengeluaran biaya secara adiministrasi,” kata dia.

Menanggapi hal ini, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dan jajaran terkait.

“Kemudian, kami juga berkoordinasi dengan Dinsos Kota Malang dan Baznas Kota Malang terkait langkah-langkah ke depan. Dan dari Dinsos, telah menyalurkan bantuan sembako kepada pak Joko dan sekeluarga hingga saat ini,” tandas dia.(nda/wan)

@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed