Sabtu, November 27, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalWarga Jember Ogah Kades Pecandu Narkoba Kelak dapat Kembali Menjabat

Warga Jember Ogah Kades Pecandu Narkoba Kelak dapat Kembali Menjabat

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Selasa, 19 Oktober 2021, warga dari Desa Tamansari, dan Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan berbondong-bondong menyuarakan tuntutan agar kepala desa mereka yang terjerat penyalahgunaan narkoba segera dipecat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Tujuan warga yaitu agar selepas para Kades tersebut keluar dari penjara tidak sampai kembali menjabat. Warga berpendapat, pecandu narkoba yang terjerat saat masih menjabat tidak layak memimpin masyarakat.

“Kami warga dari Tamansari dan Glundengan menolak Kades-kades yang terbukti nyabu menjabat kembali. Terjadi keresahan dan kegelisahan warga dua desa ini karena pimpinannya terkait dengan kasus narkotika,” ungkap koordinator aksi, Zainal Arifin.

BACA JUGA: Masyarakat Jember Silakan Lapor Rekam Jejak Para Calon Lelang Jabatan

Tuntutan warga agar dilakukan pemecatan terhadap Kades Tamansari Sugianto, dan juga Kades Glundengan Heri Herianto diutarakan lewat pernyataan sikap maupun dalam bentuk tulisan di spanduk-spanduk.

Sugianto dan Heri Herianto memang terlibat pesta sabu-sabu bersama rekan-rekannyanya, yakni Kades Wonojati Kecamatan Jenggawah Muhamad Mukip, dan Kades Tempurejo Kecamatan Tempurejo Muhamad Alwi.

Keempat Kades itu saat pesta sabu-sabu ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur pada pertengahan Juni 2021 lalu. Jaksa meyakini mereka melanggar Pasal 127 ayat (1) UU tentang Narkoba, sehingga menuntut pengadilan menjatuhkan vonis hukuman 1 tahun penjara.

Camat Wuluhan Slamet Wijoko mengaku bakal meneruskan aspirasi warga kepada Bupati Jember Hendy Siswanto selaku pejabat yang berwenang mencopot jabatan Kades. Sejauh ini, keputusan dari Bupati masih berupa penonaktifan semenjak keempat Kades itu ditangkap polisi.

BACA JUGA: Empat Kades di Jember Terdakwa Narkoba Dituntut Satu Tahun Penjara

“Pemecatan tergantung regulasinya seperti apa? Setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Tentunya ada kajian dari Bapak Bupati para Kades itu diberhentikan atau tidak diberhentikan,” tutur dia.

Slamet menyatakan, dirinya hanya berwenang dalam lingkup terbatas menjaga ketertiban masyarakat. Sehingga, tiap kali muncul gejolak massa yang menyoal posisi Kades ia sekadar berupaya meredam agar tidak sampai terjadi benturan antar warga.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Jember Adi Wijaya belum dapat memberikan komentar ketika hendak dikonfirmasi mengenai regulasi yang berlaku pada Kades terlibat pidana Narkoba. (sut/lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR