Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsRegionalWarga Banyuwangi Pergoki Pemuda Gagahi Anak di Bawah Umur di Kebun Kopi

Warga Banyuwangi Pergoki Pemuda Gagahi Anak di Bawah Umur di Kebun Kopi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur menggemparkan warga Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur. Warga pergoki seorang pemuda yang tengah menggagahi pacarnya yang masih berusia 15 di tengah kebun kopi.

Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari dua orang warga yang hendak memancing di sungai dekat perkebunan kopi, Minggu (27/6/21) sekitar pukul 20.00 WIB. 

Namun di tengah jalan, mereka mendengar suara jeritan dari tengah perkebunan yang gelap gulita. Saksi lantas mencari sumber suara tersebut.

Baca Juga: Polda NTT Temukan 17 Anak di Bawah Umur Bekerja di THM

“Jadi saksi ini mendengar suara jeritan perempuan dari tengah kebun kopi,” kata AKP Subandi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (29/6/21).

Alangkah terkejutnya, saksi menemukan dua sejoli yang tengah “indehoy” di atas motor yang terparkir di tengah kebun. Saksi langsung mengamankan pasangan ini dan membawa mereka ke rumah perangkat desa setempat.

Baca Juga: Prostitusi Online di 2 Hotel Jakbar, 18 Anak di Bawah Umur Dijajakan via MiChat

Setelah memanggil orang tua korban, kasus persetubuhan anak di bawah umur ini langsung dilaporkan ke Mapolsek Pesanggaran. Polisi langsung melakukan pemeriksaan sak-saksi, termasuk pelaku dan korban. 

Polisi juga mengantar korban untuk pemeriksaan visum. Setelah mendapatkan bukti kuat, polisi langsung menetapkan pelaku sebagai tersangka dan menjebloskannya ke sel tahanan.

Baca Juga: Barang Bukti Sabu dari Anak di Bawah Umur Dimusnahkan Polda Kaltara

“Kita sudah berhasil mengamankan pelaku inisial AN (22) dan sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Tersangka warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari,” kata 

Adapun barang bukti yang diamankan berupa pakaian korban, pakaian pelaku, dua unit handphone milik korban dan pelaku, serta hasil visum. 

Baca Juga: Pembunuh Anak di Bawah Umur di Pamekasan Terancam Hukuman Mati

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat 1 Undang – Undang RI No. 35 tahun 2004 perubahan atas Undang – Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (ozi/ark)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Bali

Kabar Gembira, Kawasan Wisata GWK Cultural Park Buka Kembali

0
NUSADAILY.COM - BADUNG - Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembali untuk kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak bulan...