Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalWali Kota Batu Terbitkan SE Kegiatan Ramadan

Wali Kota Batu Terbitkan SE Kegiatan Ramadan

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menerbitkan surat edaran yang mengatur kegiatan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri pada tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19. Surat edaran itu bernomor 440/136/422.013/2021 tertanggal 12 April itu memuat 9 ketentuan sebagai panduan pelaksanaan kegiatan Ramadan dan Idul Fitri. Hal ini guna mengendalikan penyebaran Covid-19.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Isi yang dimuat dalam SE itu diantaranya, pelayanan restoran, warung, cafe dan usaha sejenisnya dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas tempat. Selain itu jam operasional dimulai pukul 02.00-22.00 dan wajib melaksanakan protokol kesehatan ketat.

Pemberhentian operasional selama bulan Ramadan diwajibkan kepada tempat usaha hiburan, seperti tempat karaoke, panti pijat, permainan biliard dan usaha sejenisnya.

Mengacu pada SE tersebut, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menambahkan, kegiatan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H digelar sesuai ketentuan SE Menag RI nomor 3 tahun 2021 tentang panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri.

“Masyarakat yang akan melaksanakan rutinitas kegiatan menjelang Idul Fitri dilarang mengadakan takbir keliling dan dilarang membunyikan petasan. Ketentuan pelaksanaan mudik lebaran berpedoman pada ketentuan perundang-undangan,” lanjut Dewanti dilansir Nusadaily.com.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kemenag Kota Batu, Nawawi menyampaikan, diberlakukan pembatasan jamaah sebesar 50 persen dari kapasitas dalam ibadah Ramadan 1442 H. Ia menjelaskan, hal itu mengacu pada SE Menteri Agama nomor 03 dan 04 tahun 2021 yang mengatur panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021. “Bahwa segala kegiatan ibadah bisa dilaksanakan dengan pembatasan 50 persen dari kapasitas,” kata dia.

Untuk itu, Kemenag telah mengumpulkan ketua ormas Islam, ta’mir masjid dan dewan masjid (DMI) se Kota Batu untuk menyamakan persepsi tentang pelaksanaan kegiatan Ramadan dan jadwal Imsakiyah. Dalam pengawasannya, Kemenag akan koordinasi dengan tim gugus tugas dalam pengawasan SE Menag tersebut. “Tentu kita akan koordinasi dengan gugus tugas, dalam pengawasannya nanti,” katanya.

Di sisi lain, perubahan jadwal jam kerja diberlakukan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkot Batu selama bulan Ramadan.  Hal ini mengacu pada SE Menpan-RB nomor 9 tahun 2021 tentang penetapan jam kerja pada bulan Ramadhan 1442 H bagi pegawai ASN di Lingkungan instansi pemerintahan.

“Jadi memang ada penyesuaian jam kerja yakni pada OPD yang bekerja di 5 hari aktif dan 6 hari aktif. Semua tetap diatur sesuai dengan protokol kesehatan juga,” tutur Wakil Walikota Batu Punjul Santoso.

Perubahan jam kerja ini juga dikatakan agar kinerja terhadap pelayanan masyarakat tetap berjalan secara maksimal tanpa menggangu kegiatan ibadah dari para ASN yang bekerja.

Dirinci lebih jauh, untuk instansi yang menerapkan lima hari kerja. Jadwal jam kerja pada hari Senin-Kamis di mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB. Sedangkan untuk waktu istirahatnya pukul 12.00-12.30 WIB. Untuk hari Jumat, jam kerja diperpanjang 30 menit. Yakni mulai pukul 08.00-15.30 WIB. Untuk waktu istirahatnya mulai pukul 11.30-12.30 WIB.

Sedangkan untuk OPD yang melakukan 6 hari kerja, jam kerja pada hari Senin-Kamis dan Sabtu dimulai pada pukul 08.00-14.00 WIB. Dengan waktu istirahat pukul 12.00-12.30 WIB. Sementara itu, untuk jam kerja hari Jumat, dimulai pukul 08.00-14.30 WIB. Dengan waktu istirahat pukul 11.30-12.30 WIB.

Ia juga membeberkan setidaknya OPD di Kota Batu minimal memiliki jam kerja selama 32,5 jam perminggu. “Ini juga berlaku untuk pekerja yang melakukan work form home (WFH). Maka dari itu, Pejabat Pembina Kepegawaian juga harus memastikan tercapainya kinerja pemerintahan,” pungkasnya. (wok/wan)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily