Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaNewsRegionalWacana Ganjil-Genap di Kota Malang, Ini Kata Pakar

Wacana Ganjil-Genap di Kota Malang, Ini Kata Pakar

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Wacana terkait penerapan sistem ganjil genap di Kota Malang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik. Namun, untuk realisasinya, perlu koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Malang maupun akademisi.

Dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) sekaligus pakar transportasi, Hendi Bowoputro mengatakan, Kota Malang masih banyak permasalahan lalu lintas. Contohnya, yakni terkait persimpangan di Kota Malang masih sangat padat kendaraan.

“Selain itu seperti di Jalan Veteran dan Jalan Jakarta, masih banyak kendaraan yang terparkir di sisi kanan jalan dan ini bisa membahayakan pengendara. Sehingga, masih perlu penegakan hukum di jalan, daripada memikirkan yang lain. Sehingga budaya yang baik dalam berlalu lintas, bisa tercipta terlebih dahulu,” terang dia, Minggu (19/9/2021).

Pada awal pekan lalu, pihak Satlantas Polresta Malang Kota sudah membeberkan rencana penerapan ganjil genap di Kota Malang. Namun, menurutnya masih terlalu dini, karena dalam penegakan hukum dan aturan di jalan masih terbilang rendah.

“Menurut saya untuk saat ini, urgensinya adalah menuntaskan permasalahan yang ada terlebih dahulu. Seperti kendaraan yang melawan arus, lemahnya peran Supeltas yang berada di belokan putar balik (U Turn) dan masih adanya kendaraan roda dua yang melintas di fly over,” jelas dia.

BACA JUGA: Menelisik Jaringan Haqqani, Tulang Punggung Tentara Taliban

Dirinya mengungkapkan, ada lima titik ruas jalan yang akan diterapkan ganjil genap oleh Polresta Malang Kota. Yakni di Jalan Letjen S. Parman, Jalan Letjen Sutoyo, Jalan J.A. Suprapto, Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Soekarno Hatta (Suhat).

Berdasrkan pengamatannya, lima ruas jalan tersebut masih terhitung aman dan dalam kondisi baik. Sedangkan, di beberapa persimpangan di Kota Malang, termasuk dalam kondisi jenuh dan melebihi jenuh, yang artinya tingkat kepadatannya cukup tinggi.

“Memang ini adalah upaya untuk menekan penularan Covid 19. Apabila mengandalkan kendaraan angkutan umum, di Kota Malang sendiri masih belum tersedia yang bisa menerapkan protokol kesehatan. Dan hal itu bisa menjadi titik penularan baru,” imbuh fia.

Hendi menilai, diterapkannya aturan ganjil genap, hanya akan memindahkan volume kendaraan dari jalan yang dibatasi ke jalan-jalan alternatif yang pasti lebih kecil kapasitasnya.

Selain itu, kondisi persimpangan akan lebih jenuh dari sebelumnya, karena banyak kendaraan beralih ke jalan alternatif dan akan terjadi penumpukan kendaraan di persimpangan.

“Apabila saya analogikan, ini seperti belum memiliki rumah dan belum memiliki mobil, tetapi sudah memiliki jam tangan mewah. Mengabaikan permasalahan penting yang ada sebelumnya, dan bertindak hal lain yang bisa menyebabkan masalah baru. Jadi menurut saya, ini bukan sebuah prioritas (penerapan ganjil genap) karena masih harus menuntaskan masalah lainnya,” tandas dia.(nda/kal)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Gerakan Gempur Rokok Ilegal yang Digalakkan Bea Cukai Sasar Desa Olean

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Gerakan gempur rokok ilegal (GGRI) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo Bea Cukai Jember serta Kejari menyasar...