Senin, Desember 6, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalViral Ratusan Orang Joget Bareng Kades di Jember, Ditelusuri Dugaan Pelanggaran Prokes

Viral Ratusan Orang Joget Bareng Kades di Jember, Ditelusuri Dugaan Pelanggaran Prokes

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Sedang ramai dipergunjingkan oleh para netizen tentang video yang memuat acara joget bareng di halaman rumah Kepala Desa Tegalwangi, Andi Budi Wibowo.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Terdapat beberapa video berdurasi lebih dari 1 menit yang berisi adegan ratusan orang berjoget mengikuti irama musik disco.

Mulai dari anak-anak hingga perempuan dan lelaki usia remaja yang berjoget. Sementara, orang dewasa ikut berkumpul untuk menonton.

Kejadian tersebut sedang ditelusuri oleh para pihak berwenang karena ditengarai menabrak ketentuan protokol kesehatan Covid-19 yang melarang kegiatan kerumunan massal.

“Sangat memprihatinkan. Kami nanti harus tegas. Sekarang kami sedang menelusuri peristiwa ini bersama dengan Pak Kapolsek,” terang Camat Umbulsari, Akbar Winasis kepada wartawan, Senin 28 Juni 2021.

BACA JUGA: Viral Video Petugas Jaga Polda Riau Dipukul dan Diminta Push Up

Berdasarkan muatan dalam video, Akbar menilai acara itu tampak didatangi oleh massa berjumlah sangat banyak melebihi ketentuan. Terlebih lagi, pihak tuan rumah sama sekali tidak membuat surat pemberitahuan untuk mengadakan acara beramai-ramai.

Padahal, berlaku larangan mengumpulkan massa. Akbar menyesalkan kegiatan joget bareng ini, karena kecamatan Umbulsari Jember baru saja meningkat statusnya dari zona kuning menjadi zona oranye menyusul tambahan dua orang positif terjangkit Covid-19.

“Sudah jelas ketentuannya oleh Bupati Jember dilarang mengadakan acara yang memicu keramaian. Jangankan 50 orang, kalau 30 orang saja bisa dibubarkan. Apalagi ini malah ada pasien baru dua orang yang baru datang dari Surabaya,” keluh Akbar.

Andi yang dikonfirmasi mengakui dirinya memang sengaja mengundang 25 komunitas truk mini untuk menghadiri acara ulang tahun ke rumahnya pada Sabtu, 26 Juni 2021 malam.

Namun, ia berdalih acaranya sekaligus dikemas selingan sosialisasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan serta upaya menghidupkan ronda atau yang dahulu dikenal dengan istilah Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan).

Mengenai sampai terjadi kerumunan, Andi beralasan lantaran keluarga dari para komunitas ikut serta berbondong-bondong mendatangi rumahnya.

BACA JUGA: Viral! Pengemudi Pajero Aniaya Sopir Container di Jakut

“Truk mininya cuma 25, tapi mbahe anake, ibuke, budene melu. (Truk mininya hanya 25, tapi kakek-nenek, orang tua, dan bibinya ikut datang). Sosialisasinya banyak anak kecil-kecil,” sergah Andi.

Andi sebenarnya tahu bahwa sekarang dilarang mengumpulkan banyak orang.

“Semalam itu kebetulan hari ulang tahun truk mini. Sambil saya sekalian sosialisasi prokes. Ada juga menindaklanjuti kegiatan siskamling karena situasi mengkhawatirkan,” sebutnya. (sut/lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR