Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsRegionalVeteran di Surabaya Dibebaskan dari Pembayaran PBB

Veteran di Surabaya Dibebaskan dari Pembayaran PBB

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perkotaan DPRD Kota Surabaya menyatakan para veteran di Kota Pahlawan, bakal dibebaskan dari pembayaran PBB.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Ketua Pansus Raperda PBB DPRD Kota Surabaya Hamka Mudjiadi di Surabaya, Rabu, mengatakan usulan pansus agar veteran bebas pajak telah disetujui oleh Pemkot Surabaya dalam pembahasan Raperda PBB beberapa hari lalu.

BACA JUGA: Wartawan Sumenep Kutuk Aksi Premanisme Terhadap Jurnalis Tempo di Surabaya – Nusadaily.com

“Akhirnya disepakati veteran bebas PBB,” kata anggota Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Surabaya ini.

Menurut dia, veteran merupakan pejuang yang telah berjasa dalam kemerdekaan negeri ini, sehingga sudah selayaknya mereka dibebaskan dari PBB. “Ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang,” ujarnya.

Ia menjelaskan Pansus PBB merupakan inisiatif dari DPRD Kota Surabaya yang merupakan warisan anggota dewan periode sebelumnya. Anggota pansus ingin ada skema tarif baru, yaitu Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB di bawah Rp250 juta ada keringanan tarif.

BACA JUGA: Tiga Tim juarai e-Sport Competition 2021 di Surabaya – Noktahmerah.com

Karena, lanjut dia, PBB di bawah Rp250 juta mayoritas adalah masyarakat kecil, sehingga jangankan untuk membayar PBB, untuk memenuhi kebutuhan hidup saja juga sulit.

“Ini kita usulkan ke Pemkot Surabaya, hanya saja pemkot keberatan karena sedang fokus meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang turun selama pandemi COVID-19,” ujarnya.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengakui sektor PBB berkontribusi cukup besar terhadap PAD di Kota Surabaya.

BACA JUGA: Warga Surabaya Diimbau Tidak Mudik Semasa Libur Lebaran 2021 – Imperiumdaily.com

Oleh karena itu, katanya, Pemkot Surabaya keberatan jika terjadi perubahan skema tarif yang sudah tercantum dalam Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang PBB.

Usulan pansus agar ada skema tarif terutama tarif PBB ada keringanan, kata Hamka, tidak disetujui oleh Pemkot Surabaya, hanya usulan veteran agar dibebaskan dari PBB yang disetujui.(eky)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Viral Siswi SMP di Ngawi Minggat, Tinggalkan Sepucuk Surat

NUSADAILY.COM – NGAWI – Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) bernama Mallika Syifa Addhuha minggat dari rumah pada Jumat, 27 Mei 2022, sekitar subuh....
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - SURABAYA - Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perkotaan DPRD Kota Surabaya menyatakan para veteran di Kota Pahlawan, bakal dibebaskan dari pembayaran PBB.

Ketua Pansus Raperda PBB DPRD Kota Surabaya Hamka Mudjiadi di Surabaya, Rabu, mengatakan usulan pansus agar veteran bebas pajak telah disetujui oleh Pemkot Surabaya dalam pembahasan Raperda PBB beberapa hari lalu.

BACA JUGA: Wartawan Sumenep Kutuk Aksi Premanisme Terhadap Jurnalis Tempo di Surabaya - Nusadaily.com

"Akhirnya disepakati veteran bebas PBB," kata anggota Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Surabaya ini.

Menurut dia, veteran merupakan pejuang yang telah berjasa dalam kemerdekaan negeri ini, sehingga sudah selayaknya mereka dibebaskan dari PBB. "Ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang," ujarnya.

Ia menjelaskan Pansus PBB merupakan inisiatif dari DPRD Kota Surabaya yang merupakan warisan anggota dewan periode sebelumnya. Anggota pansus ingin ada skema tarif baru, yaitu Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB di bawah Rp250 juta ada keringanan tarif.

BACA JUGA: Tiga Tim juarai e-Sport Competition 2021 di Surabaya - Noktahmerah.com

Karena, lanjut dia, PBB di bawah Rp250 juta mayoritas adalah masyarakat kecil, sehingga jangankan untuk membayar PBB, untuk memenuhi kebutuhan hidup saja juga sulit.

"Ini kita usulkan ke Pemkot Surabaya, hanya saja pemkot keberatan karena sedang fokus meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang turun selama pandemi COVID-19," ujarnya.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengakui sektor PBB berkontribusi cukup besar terhadap PAD di Kota Surabaya.

BACA JUGA: Warga Surabaya Diimbau Tidak Mudik Semasa Libur Lebaran 2021 - Imperiumdaily.com

Oleh karena itu, katanya, Pemkot Surabaya keberatan jika terjadi perubahan skema tarif yang sudah tercantum dalam Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang PBB.

Usulan pansus agar ada skema tarif terutama tarif PBB ada keringanan, kata Hamka, tidak disetujui oleh Pemkot Surabaya, hanya usulan veteran agar dibebaskan dari PBB yang disetujui.(eky)