Sabtu, Januari 22, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalUpaya Perlindungan Perempuan dan Anak untuk Melawan Kekerasan Seksual

Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak untuk Melawan Kekerasan Seksual

NUSADAILY.COM – JEMBER – Selembar uang kertas Rp1.000 dipegang oleh seorang bocah perempuan berusia 6 tahun yang tinggal di Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Uang setara satu permen atau manisan tersebut diduga sebagai pemberian dari seorang lelaki pekerja sopir angkutan berusia 50 tahun usai tiap kali mencabuli bocah kecil itu.

Padahal, kehidupan si pria tua bangka dengan sang bocah sejatinya adalah bertetangga. Jarak antara rumah mereka sangat berdekatan. Hanya dipisah dengan tiga rumah warga lainnya.

BACA JUGA: Bupati Jember dapat Tips Melawan Hukum dari Bupati Badung

Sang bocah merupakan anak piatu yang ditinggal wafat ibunya beberapa tahun lalu, dan kini hanya hidup bersama ayahnya yang renta dengan sebatas keahlian memelihara ternak. Orang tua tunggal itu tak mampu menyekolahkan sang bocah.

Kemalangan hidup, kemiskinan akut, dan minimnya perlindungan terhadap sang bocah dalam kesehariannya diduga sebagai celah yang membuatnya rentan menjadi korban kekerasandari pria tua bangka itu untuk berbuat seenaknya.

Berdasarkan keterangan sang bocah, ia telah berkali-kali dalam kondisi tertekan dan dipaksa dicabuli tetangganya tersebut. Tapi, sekarang situasi bakal berbalik arah, karena sang bocah sudah muak dengan perbuatan bejat dari pria tua bangka terhadapnya.

Sang bocah bertekad memberanikan diri untuk menuntut keadilan. Kemauan sang bocah lantas mendapat dukungan penuh dari para tetangga lainnya, seturut proses hukum didampingi oleh pengacara bernama Ridwan.

Sang bocah mengakui telah menjadi korban kekerasan seksual hingga tanggal 27 Agustus 2021 lalu. Sedangkan, pengaduannya ke Polres Jember sudah resmi dilayangkan sejak tanggal 7 September 2021.

BACA JUGA: Cek Kesiapan Jember Tuan Rumah Porprov 2022, Bupati Rakor dengan KONI Jatim

“Selain kesaksian korban, kami juga melengkapi laporan itu dengan visum dari rumah sakit. Korban mengeluhkan rasa sakit,” kata Ridwan.

Kasus ini merupakan contoh gambaran dari sekian banyak peristiwa pencabulan di Kabupaten Jember. Problem kekerasan seksual sebagai kejahatan yang masih saja terjadi di lingkungan sekitar dibahas dalam acara partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak (Puspa) dan dirilis hasilnya oleh Pemerintah Kabupaten Jember pada Rabu, 1 Desember 2021.

Rizki Nur Aini, Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak Jember menyebut kasus kekerasan pada perempuan dan anak meningkat. Ironisnya, jumlah korban yang berani melapor masih tergolong rendah.

Rasa takut untuk bicara diyakini sebagai sebabnya. Oleh karena itu, publik harus berperan serta memberikan dukungan kepada setiap korban kekerasan seksual agar berani menuntut keadilan.

“Mayoritas anggap tabu mengungkapkan kekerasan tersebut. Sehingga, kaum perempuan enggan melapor. Penghapusan kekerasan pada perempuan dan anak adalah tanggung jawab semua pihak, bukan kepolisian saja. Masyarakat harus menyadari,” seru Aini.

BACA JUGA: Realisasi Anggaran Masih Rendah, Bupati Jember: Terus Dinaikkan Supaya Lebih 75 Persen

Kasih Fajarini, Ketua PKK Jember menyatakan dukungannya dalam upaya edukasi maupun advokasi melawan kekerasan seksual. Support penuh dari istri Bupati Jember Hendy Siswanto itu dengan mengerahkan semua elemen PKK di 31 kecamatan untuk pemberdayaan perempuan dan anak.

Disamping itu, Kasih Fajarini juga menambahkan bahwa sangat perlu untuk mencegah pernikahan dini, membantu kesehatan ibu hamil dan anak.

“Jadi, kalau belum cukup umur jangan dinikahkan. (Untuk menikah) harus benar-benar siap. Forum harus ikut menyosialisaikan bahayanya pernikahan usia dini demi menciptakan kesejahteraan keluarga,” tuturnya. (sut)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily