Senin, September 27, 2021
BerandaNewsRegionalUang Denda Operasi Yustisi Masuk PAD, Banggar DPRD Sidoarjo: Kami Akan Tolak

Uang Denda Operasi Yustisi Masuk PAD, Banggar DPRD Sidoarjo: Kami Akan Tolak

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Selama pandemi Covid-19, ribuan warga Sidoarjo terjaring operasi yustisi. Mereka yang terjaring razia karena melanggar protokol kesehatan atau membuka usaha melewati jam malam.

Mereka yang terjaring operasi yustisi harus menjalani sidang dan membayar denda kepada negara. Uang denda yang telah disetorkan ke kas negara lebih Rp 2 miliar.

Noer Rochmawati Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sidoarjo mengatakan, uang dari hasil denda operasi yustisi dimasukan dalam kas daerah dan tercatat sebagai pendapatan asli daerah (PAD).

BACA JUGA: Rakor Penanganan Covid-19 Hanya Dihadiri Pejabat Eselon 4, DPRD Sidoarjo: Buat Apa Diteruskan?

“Iya betul (masuk PAD), jumlahnya Rp 2.075.000.000,” katanya saat dikonfirmasi Nusadaily.com, Senin (2/8/2021).

Menanggapi hal tersebut, Badan anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sidoarjo mengingatkan kepada pemerintah untuk tidak memasukan uang hasil denda operasi yustisi penertiban protokol kesehatan ke dalam PAD (pendapatan asli daerah).

“Apapun alasannya, kami akan menolak uang hasil denda pelanggaran prokes itu dimasukan dalam APBD,” kata Anggota Banggar DPRD Sidoarjo Bangun Winarso,

Penolakan dari Politisi PAN itu bukan tanpa alasan. Menurutnya uang tersebut harusnya dimanfaatkan lagi untuk membantu masyarakat dalam penanganan Covid-19. Apalagi kondisi seperti ini, saat mayoritas warga sedang susah terdampak pandemi.

“Peraturan itu kan untuk menertibkan masyarakat dan harus menguntungkan masyarakat. Jangan sampai hanya penertiban tapi merugikan masyarakat. Kalau masuk dalam APBD maka kemungkinan besar akan digunakan dalam pembangunan,” ujarnya.

BACA JUGA: Ketua DPRD Sidoarjo: Kalau Dewan Batasi Kegiatan Saat PPKM Darurat, Masyarakat Bisa Berteriak

Dia menyebutkan, seperti yang disampaikan pemerintah sejak awal penerapan denda. Uang hasil denda akan dikembalikan ke masyarakat dengan difungsikan untuk kepentingan penanganan Covid-19.

“Pelayanan kesehatan, bantuan sosial, dan sejumlah hal lain di Sidoarjo juga sejauh ini masih kurang. Akan lebih baik kalau uang itu dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan atau pemberian bantuan,” pungkasnya. (ful/lna)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...