Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalTim Peneliti Unesa: Pemdes Punya Peran Lebih untuk Selesaikan Perselisihan di Masyarakat

Tim Peneliti Unesa: Pemdes Punya Peran Lebih untuk Selesaikan Perselisihan di Masyarakat

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Tim Penelitian Kebijakan Fakultas Pada Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Bidang Hukum yang diketuai oleh Nurul Hikmah, Lc., MHI, berpendapat jika pemerintah desa (Pemdes) punya peran lebih untuk menyelesaikan perselisihan di masyarakat. Seperti yang terjadi di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dari data kasus yang terjadi pada tahun 2020, terdapat beberapa kasus yang berhasil ditangani oleh kepala desa melalui jalur mediasi dan berujung damai.

Menurut Ketua Penelitian Kebijakan Fakultas pada Unesa, saat melakukan penelitian di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Sejumlah 16 kasus yang berhasil diatasi oleh kepala desa dalam jalur mediasi, diantaranya 4 kasus perkelahian antar warga, 7 kasus pencurian, 1 kasus perselisihan harta warisan, 1 kasus pencemaran nama baik, 2 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan 1 kasus penganiayaan.

Sedangkan, perselisihan yang diselesaikan melalui proses hukum sebanyak 5 kasus, diantaranya 1 kasus perselisihan antar warga dan 4 kasus pencurian.

“Desa Cerme Kidul ini dikatakan sebagai desa yang damai, desa yang berhasil mengimplementasikan uu desa. Salah satu buktinya adalah keberhasilan pemerintah desa dalam memberikan penyelesaian perselisihan yang terjadi terhadap masyarakatnya disana,” ucap Nurul Hikmah.

Lebih lanjut, Nurul Hikmah Dosen Unesa Ahli Hukum Islam lulusan Universitas Al-Azhar Cairo ini juga menjelaskan, proses penyelesaian yang dilakukan oleh mereka dilakukan dengan Mediasi yang dilaksanakan secara musyawarah dengan mempertemukan para pihak dan Kepala Desa yang didampingi oleh Carik (Sekretaris Desa). Akan tetapi jika kasusnya tentang perselingkuhan maka akan ditangani oleh Kepala Desa sendiri tanpa ditemani oleh Carik, karena sifatnya sangat rahasia.

“Jika musyawarah telah menghasilkan kesepakatan, maka kesepakatan tersebut dituangkan secara tertulis dan ditandatangani oleh para pihak dan Kepala Desa selaku Mediatornya serta diberi stempel. Dengan adanya bukti kesepakatan ini, maka para pihak akan mentaatinya. Selama ini belum ada pihak-pihak yang mengingkari kesepakatan tersebut,” kata Nurul Hikmah.

Nurul Hikmah menambahkan, ternyata salah satu yang melatar belakangi keberhasilan itu adalah bahwa kepala desa memiliki background latar belakang pendidikan dan pengetahuan hukum.

“beliau memiliki gelar sebagai sarjana hukum, jadi pengalaman itulah beliau jadikan sebagai salah satu implementasi terhadap uu desa, mengenai peran pemerintah dalam memberikan penyelesian / dalam memberikan media penyelesaian perselisihan warganya,” jelas Nurul Hikmah.

Sehingga, Nurul Hikmah berpendapat, Kepala Desa Cerme Kidul dalam menangani kasus-kasus di wilyahnya secara keseluruhan tidak mengalami hambatan dalam proses penyelesaian pada perselisihan. Hal ini dikarenakan Kepala Desa merupakan sosok yang telah menguasai bidang hukum dan sudah melakukan tindakan-tindakan preventif untuk mencegah adanya berbagai pelanggaran hukum atau adanya sengketa.

“Memang tidak semua warganya memahami akan berbagai aturan dan cara untuk menghindari pelanggarannya, sehingga apabila terjadi kasus, yang akhirnya dibawa ke Kepala Desa untuk dimediasi dan diselesaikan,” jelas Nurul Hikmah.

Ia juga memaparkan, untuk menghindari perselisihan mereka melakukan upaya-upaya preventif. Diantaranya akan mengikut sertakan para pemuda pemudi di wilayahnya dalam segala kegiatan, sehingga mereka tidak punya kesempatan untuk berpikiran negatif.

Kemudian, bagi warganya yang pengangguran pihaknya berupaya mencarikan pekerjaan yang dapat menghasilkan uang, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pokoknya, tidak melakukan hal-hal yang bersifat melanggar hukum.

Terakhir, bagi masyarakat yang kurang memahami akan aturan-aturan yang ada, maka pihaknya akan mensosialisasikan pada Ketua RT di wilayahnya dengan tujuan agar Ketua RT dapat mensosialisasikan ke warganya melalui kegiatan-kegiatan rutin yang biasa dilakukan di RT-RT setempat. (als/kal)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR