Senin, Oktober 25, 2021
BerandaNewsRegionalTim Aman Nusa 2 Patroli PSBB Libatkan Banser- Mahasiswa

Tim Aman Nusa 2 Patroli PSBB Libatkan Banser- Mahasiswa

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM- SURABAYA- Melawan atau memutus mata rantai Covid-19 dengan disiplin pakai masker, dan jaga jarak, bukan hanya tugas pemerintah. Namun kewajiban individu masyarakat tanpa terkecuali.

Mendongkrak kedisiplinan itu, butuh edukasi lebih ke masyarakat. Apalagi menumbuhkan community policing (polisi bagi diri sendiri di masyarakat,red) tidak mudah. Namun di tengah pandemik butuh kecepatan agar penularan Covid tidak semakin massif.

Untuk itu, Polda Jatim dengan tim gabungan Satpol PP, Tim Gugus Tugas menggandeng organisasi kemasyarakatan semisal Banser (Barisan Ansor Serbaguna), dan kelompok mahasiswa.

Mahasiswa dan Ormas ini ditugasi memberi edukasi ke masyarakat di lokasi sasaran. Sandi operasi kali ini diberi nama Aman Nusa II. Tim mulai bergerak patroli gabungan skala besar menyasar semua sudut wilayah Kota Surabaya, Rabu, 6 Mei 2020 hingga dini hari.

Dipimpin oleh Wadir Sabhara dan Wadir Pamobvit Polda Jatim, rombongan petugas patroli menuju sasaran tempat kerumunan warung kopi yang melanggar jam malam.

Diantaranya, warkop di Jalan Banyu Urip Surabaya. Di lokasi pemilik diminta mentaati aturan PSBB. Tidak membuka warung lebih dari jam 21.00 WIB, boleh melayani pembeli hanya take away (dibawa pulang, red).

Para pengunjung warkop juga diberi edukasi bahaya Covid-19, serta masa pemberlakuan jam malam selama PSBB.

Lakukan Rapid Test di Lokasi

Di lokasi ini, Anggota Biddokkes Polda Jatim langsung melakukan Rapid Test kepada 3 orang pengunjung warkop. Semuanya non reaktif. Lalu di lokasi dilakukan penyemprotan disinfektan oleh Satpol PP.

Sasaran berlanjut ke tempat kerumunan di warkop Benowo Kecamatan Pakal Surabaya. Terlihat sejumlah anak muda cangkrukan.

Mereka pun langsung diperiksa, suhu tubuh dan rapid test. Hasilnya semua non reaktif. Namun ada 1 orang dengan suhu 38 derajat.

Para ABG ini pun diminta membubarkan diri pulang untuk memutus mata rantai Covid dengan tetap stay at home (di rumah saja), tidak berkerumun atau social distancing.

Mereka juga diberi pemahaman physical distancing, pakai masker dan bahaya Covid. Paska itulah, warung disemprot disinfektan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Drs Trunojudo Wisnu Andhiko, mengatakan penindakan selama PSBB oleh Tim Gabungan menunjukkan trend penurunan pelanggar. Namun masih belum signifikan. Tanggal 5 Mei ada 390 an pelanggar, pada 6 Mei ada 340 an pelanggar.

“Polda Jatim selain operasi PSBB memutus mata rantai Covid juga ada operasi kemanusiaan ketupat semeru. Kita masih berusaha terus meningkatkan disiplin masyarakat untuk tumbuhkan community policing sehingga mata rantai Covid segera bisa diputus, dan sebaran tidak masif,” ujarnya, usai pers conference di Grahadi.(ima/aka)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu