Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsRegionalTim Advokasi Desak Polda Jatim Tuntaskan Kasus Bunuh Diri Novia

Tim Advokasi Desak Polda Jatim Tuntaskan Kasus Bunuh Diri Novia

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Advokat Ansorul Huda dari Tim Advokasi Keadilan untuk Almarhumah Novia Widyasari, ungkap beberapa hasil audiensi bersama Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kompolnas RI).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Terkait pengawalan kasus kematian mahasiswi asal Universitas Brawijaya Malang yang bunuh diri di makam ayahnya di Dusun Sugihan, Desa Capak, Kecamatan Suko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, 2 Desember 2021 lalu.

Audiensi ini digelar Selasa, 18 Januari 2022, yang dihadiri oleh sejumlah Advokat dari Tim Keadilan untuk Almarhumah Novia, Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto serta Anggota Kompolnas, Poengky Indarti dan juga sejumlah pejabat Kompolnas lainnya.

Baca Juga: Polda Jatim Periksa Keluarga Randy Bagus Pacar Novia

Kegiatan ini guna mengawal pengusutan secara tuntas kasus Almarhumah Novia Widyasari Rahayu yang bunuh diri dengan menenggak racun, yang diduga akibat depresi dan di paksa untuk aborsi oleh Bripda Randy dan keluarganya.

Tim Advokasi juga menyampaikan di hadap Kompolnas RI terkait temuan-temuannya, yakni berupa kesaksian dan beberapa bukti tangkap layar Whatsapp.

Dalam tangkapan layar tersebut, menunjukkan perbuatan aborsi yang dilakukan adalah aborsi tanpa persetujuan Almarhumah Novia. Aborsi itu dilakukan atas desakan Bripda Randy beserta keluarganya.

Sehingga, Tim Advokasi mendorong adanya pendalaman dalam penyidikan guna menelusuri adanya kemungkinan untuk menjerat pihak-pihak lain yang seharusnya turut bertanggung jawab.

Baca Juga: Jejak-Jejak 2021, Kontroversi Perilaku Oknum Polisi yang Mencoreng Wajah Polri

Termasuk kemungkinan pertanggungjawaban orang tua Randy, atas tindakan aborsi paksa Novia Widyasari hingga berujung pada kematiannya.

Akhirnya, Tim Advokasi mendorong adanya perubahan persangkaan pasal yang dikenakan oleh pihak Kepolisian kepada Bripda Randy. Yang awalnya menggunakan Pasal 348 KUHP tentang aborsi dengan persetujuan untuk berubah menjadi Pasal 347 KUHP tentang aborsi tanpa persetujuan.

Selain itu, juga meluruskan terkait isu Almarhumah Novia yang dianggap mengidap Bipolar. walaupun Almarhumah sempat melakukan pemeriksaan dan konseling ke psikolog. Namun, tidak ada hasil pemeriksaan yang menunjukkan ia mengalami Bipolar.

Baca Juga: Komnas Perempuan Sebut Novia Korban Kekerasan Dalam Pacaran

Tim Advokasi juga memandang perlunya ada tindak lanjut dan penelusuran atas informasi-informasi penting yang dapat diakses oleh penyidik dari handphone Novia yang saat ini berada di tangan penyidik.

Sampai saat ini, Tim Advokasi memandang hal ini belum dilakukan, dibuktikan dengan belum adanya pemeriksaan terhadap teman-teman curhat yang banyak berkomunikasi dengan Novia. Dan menerima informasi (termasuk tangkapan layar pembicaran Novia dengan sejumlah pihak) via Whatsapp.

“Kami hanya menyampaikan bahwa kami ada beberapa keluhan pada kawan-kawan penyidik maupun kawan-kawan Polda Jatim. Yang saat ini tidak pernah memberikan update. Sehingga kami hanya bisa menduga-duga. Mereka tidak ada keterbukaan terkait proses perjalanannya bagaimana,” ucap Ansorul Huda dikonfirmasi nusadaily.com melalui telepon, Minggu, (23/1/2022) pagi.

Baca Juga: Sahroni Apresiasi Langkah Cepat Polri Terkait Kasus Novia Widyasari

Ia juga menyampaikan, bahwa pihaknya meminta kepada Kompolnas RI untuk turut mendesak Polda Jatim, selain terbuka dalam proses penyidikan juga memberikan respon atas permintaan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang telah diajukan.

Akhirnya, berdasar masukan Tim Advokasi bahwa Kompolnas RI menjanjikan satu dua hari lagi akan segera berkirim surat ke Polda Jatim agar ada pengungkapan yang tuntas dalam kasus Almarhumah Novia Widyasari.

Baik perkara pidana, maupun pelanggaran kode etik profesi kepolisian yang dilakukan oleh Bripda Randy Bagus Hari Sasongko.

Baca Juga: Mahasiswa Ubaya Meninggal di Pos 4 Gunung Penanggungan

Namun, semenjak itu, pihak Tim advokasi per hari ini belum mendapatkan kabar perkembangannya. Pihaknya berharap untuk segera ditindak lanjuti, diusut secara tuntas dan komprehensif, tidk secara parsial.

“Kalau respon Ketua Harian Kompolnas, Pak Benny Mamoto kemarin Alhamdulillah baik. Reaksi pertama saat kami sampaikan kronologi dari awal sampai akhir. Berdasarkan puzzle puzzle yang ditinggalkan oleh Almarhumah. Kami mengatakan bahwa, per hari ini atau sejak kejadian awal handphone Novia berada di tangan penyidik. Pak Benny Mamoto juga gregetan. Sehingga ia mengatakan, ‘jika saya yang jadi penyidik. Sudah saya panggil semua teman-teman chattingnya. Agar terungkap secara jelas faktanya’,” ucap Ansorul Huda.

Baca Juga: Pembunuhan Berencana Sukabumi, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Ia juga menegaskan, mengapa Tim Advokasi menyampaikan hal ini semua dan beberapa temuannya kepada Kompolnas RI. Karena pihaknya sudah menyampaikan ke penyidik kode etik maupun ke penyidik pidana terkait segala temuan dan faktanya kepada para penyidik, namun diabaikan.

Ansorul Huda juga menyampaikan, terkait dengan statement bahwa tersangka yakni Bripda Randy telah diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH), namun faktanya masih berstatus sebagai Polri aktif. Dan jika memang persidangan kode etik masih berjalan dan tidak menunggu kasus pidananya inkracht.

“Ya mohon keterbukaannya untuk disampaikan kepada masyarakat sudah sampai sejauh mana pemeriksaan untuk bisa di sidangkan,” ujarnya.

“Harusnya yang kami dapat adalah SP2HP. Tapi sampai detik ini tidak dapat. Statement yang mereka katakan per hari ini masih on progress dalam hal persidangan kode etik. Sebaiknya disampaikan tahap-tahapnya bagaimana. Sehingga kurang berapa tahap lagi untuk bisa dinyatakan PTDH. Sehingga publik nanti akan percaya dan keadilannya juga akan terwakili,” pungkas Ansorul Huda. (als/ark)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Kalau Pandemi Sudah Tidak Ada, Biaya Pasien COVID Ditanggung Siapa?

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dunia diyakini tengah menghitung waktu menuju akhir pandemi COVID-19. Kementerian Kesehatan RI menyebut, kelak pandemi COVID-19 telah dinyatakan selesai dan...