Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalTiga Desa Kota Batu Sabet Penghargaan Dewi Cemara di Ajang Jambore Desa...

Tiga Desa Kota Batu Sabet Penghargaan Dewi Cemara di Ajang Jambore Desa Wisata

- Advertisment -spot_img

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM -KOTA BATUJambore Desa Wisata digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jatim mulai 3-5 Desember. Jambore ini dalam rangka memperkenalkan potensi desa wisata kabupaten/kota se Jawa Timur.

Kota Batu ditunjuk sebagai tempat perhelatan jambore yang diikuti perwakilan pokdarwis dan perwakilan desa wisata kabupaten/kota se Jawa Timur. Dipilihnya Kota Batu sebagai tempat penyelenggaraan membawa dampak positif untuk mempromosikan potensi-potensi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq optimis akan hal itu. Menurutnya, para peserta jambore akan bersentuhan langsung menikmati setiap sudut-sudut Kota Batu. Menikmati sajian wisata dan panorama alam dan disapa sejuknya udara khas dataran tinggi. Serta lebih dekat dan melihat langsung setiap potensi-potensi desa wisata di Kota Batu.

“Ya pastinya akan berdampak dan ikut mempromosikan sehingga terbantu dalam menggeliatkan pariwisata di Kota Batu. Kami juga gencara mempromosikan pariwisata melalui saluran beragam media,” papar Arief.

Disparta Batu Konsen Pengembangan Desa Wisata

Selama ini Dinas Pariwisata Kota Batu konsen terhadap pengembangan potensi di tiap-tiap desa/kelurahan di Kota Batu. Potensi-potensi itu terus dieksplorasi hingga menjadi daya tarik suguhan desa wisata. Desa wisata menjadi prioritas pembangunan Kota Batu yang bermuara untuk terwujudnya visi ‘Desa Berdaya, Kota Berjaya’.

“Membangun dan menyejahterakan masyarakat desa sebagaimana visi Kota Batu,” tukas Arief.

Usaha itu berbuah manis dengan dinobatkannya tiga desa di Kota Batu, meraih penghargaan desa wisata cerdas, mandiri dan sejahtera (Dewi Cemara). Penghargaan ini diberikan Dinas Pariwisata Kebudayaan Provinsi Jawa Timur saat Jambore Desa Wisata.

Tiga desa itu yakni, Desa Sumbergondo, Desa Punten dan Desa Bumiaji. Ketiga desa ini berada di Kecamatan Bumiaji yang secara geografis memiliki daya tarik menampilkan panorama alamnya yang memukau.

“Luar biasa tiga desa Kota Batu menyabet penghargaan Dewi Cemara. Kabupaten/kota lainnya masih satu,” ucap Arief.

Mantan Kepala DLH Kota Batu ini berharap, tiga desa yang berada di Kecamatan Bumiaji itu bisa menjadi inspirasi bagi desa lainnya. Sehingga bisa mengukir prestasi yang sama melalui eksplorasi potensi-potensi di masing-masing desa/kelurahan.

Ia menambahkan, sinergi sangat dibutuhkan dalam pengembangan potensi desa berbasis desa wisata. Dinas Pariwisata Kota Batu akan terus memberikan stimulus bagi BUMDes agar berperan membangkitkan geliat potensi desa. Sehingga bisa menarik kunjungan wisatawan.

“Salah satu indikator diraihnya penghargaan Dewi Cemara yakni kinerja kelembagaan desa wisata dan inovasinya Selain itu layanan wisata yang disuguhkan. Makanya BUMDes sangat vital perannya,” tandas Arief.

Ketua BUMDes Sumbergondo, Anditya Fitrawan mengaku sinergi antar elemen-elemen masyarakat desa memiliki dampak signifikan dalam mengembangkan potensi desa wisata.

“Sinergitas antara pemdes, BUMDes, karang taruna, kelompok wanita tani dan PKK bisa berjalan seirama. Sinergi ini yang mengantarkan kami meraih Dewi Cemara,” seru Anditya.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Pemdes dan BUMDes maupun elemen masyarakat di Desa Sumbergondo berkolaborasi meramu inovasi wisata. Mereka menggali potensi desanya dengan menyuguhkan panorama alam yang memukau.

Desa yang berada di kaki Gunung Arjuno ini meluncurkan sebuah tempat nongkrong bernama D’Goendoe Cafe. Usaha ini dikelola BUMDes dengan memberdayakan masyarakat sekitar.

Pusung Lading Sajikan Jalur Berjelajah

Terbaru, objek wisata yang ditawarkan yakni Pusung Lading sebuah jalur lintasan berjelajah dengan mengendarai mobil jeep. Dan satu objek wisata lainnya terletak di Glagah Wangi, sebuah tempat camping ground.

Pengelola Glagah Wangi, Efendi Jaguar mengaku para tamu yang menginap di area camping ground ini berasal, mayoritas berasal dari Surabaya, Jakarta dan Semarang.

Glagah Wangi berada di ketinggian 1400 mdpl. Di area ini ditanam pula berbagai tanaman mulai dari kopi, sayuran dan tanaman senggani.

“Tanaman senggani ini langkah dan memiliki manfaat untuk obat demam dan keputihan,” terang Efendi Jaguar. Jaguar yang disematkan pada namanya itu merupakan akronim dari Jelajah Gunung Arjuno.

Efendi menjelaskan, para tamu yang menginap akan diajak untuk berinteraksi dan mengenali setiap vegetasi yang ditanam di area Glagah Wangi. Tempat ini bisa dijadikan sebagai area transit mendaki Gunung Arjuno via Desa Sumbergondo.

Jarak tempuhnya kurang lebih sekitar enam jam dengan berjalan kaki. Menurut, Efendi, pendakian ke Gunung Arjuno via Glagah Wangi, Desa Sumbergondo ini masih baru dibuka.

“Jadi bisa tempat transit baik yang akan mendaki ataupun turun dari Gunung Arjuno,” ungkap dia.

Camping ground Glagah Wangi ini memiliki areal lahan seluas 8 hektar dan masih 1,5 hektar luas lahan yang dimanfaatkan.

“Bulan depan akan diperluas lagi seluas 1,5 hektar. Masih kami cari titik-titik yang pas menikmati panorana alam,” lanjut dia.(wok/aka)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR