Senin, Oktober 18, 2021
BerandaNewsRegionalTerungkap Masih 0 Persen Realisasi Dana untuk Tangani COVID-19 oleh Pemkab Jember

Terungkap Masih 0 Persen Realisasi Dana untuk Tangani COVID-19 oleh Pemkab Jember

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Dalam rentang tanggal 1 – 20 Juli 2021, di Kabupaten Jember tercatat 2.121 orang sebagai pasien baru yang terjangkit dan terpapar COVID-19. Sebanyak 195 orang meninggal dunia, sejumlah 938 orang sembuh, dan sisanya masih dalam perawatan medis.

Sampai tanggal 21 Juli 2021, total ada 9.758 warga yang pernah terpapar dan terjangkit COVID-19, sebanyak 1.316 kasus aktif, terdapat 79 kasus suspek, tercatat 7.696 orang sembuh, dan 746 orang telah meninggal dunia.

Sehingga, kondisi Jember kategori sebagai level 3 untuk situasi pandemi COVID-19. Pasalnya, termasuk dalam klasifikasi terdapatnya 50 – 150 kasus COVID-19, ada 10 – 30 kasus yang dirawat di rumah sakit, dan 2 – 5 kasus meninggal untuk skala dari tiap 100.000 penduduknya.

Gambaran mengenai tren lonjakan drastis atas dampak wabah penyakit tersebut dianggap bukan serta merta terjadi begitu saja tanpa sebab yang melatar belakanginya.

Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo alias Ipung berpendapat bahwa penyebab utama adalah kelemahan kronis kinerja Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya dari Satgas COVID-19.

Ia melontarkan tudingan tersebut berdasar data tiadanya realisasi anggaran walaupun tersedia refocusing Rp160 miliar dari dana alokasi umum (DAU) serta dana bagi hasil cukai tembakau berikut dana sebanyak Rp21 miliar dari pos belanja tidak terduga (BTT).

Satgas COVID-19 belum pernah menggunakan serupiah pun anggaran-anggaran tersebut. Padahal, semestinya dipakai membantu warga masyarakat untuk menanggulangi dampak situasi pandemi COVID-19 yang terjadi akhir-akhir ini.

Sampai 17 Juli Serepannya Masih 0 Persen

“Sampai dengan tanggal 17 Juli 2021, serapannya 0 persen. Jelas kinerja buruk itu menjadi biang kerok wabah COVID-19 di Jember semakin hari makin parah saja,” sebut dia ke nusadaily.com pada Kamis, 22 Juli 2021.

Menurut legislator yang menjabat Ketua Fraksi PDIP itu, tiadanya serapan anggaran tentu berdampak pada semakin tidak terkendalinya penularan penyakit. Tanpa serapan anggaran dapat dikatakan pihak berwenang tidak melakukan apa-apa.

“Pantas kalau yang positif COVID-19 naik, yang dirawat bertambah, dan yang meninggal selalu banyak tiap hari. Belum lagi dampak tenaga kesehatan belum dibayar gajinya sampai berbulan-bulan, alat pelindung diri sampai beli sendiri karena anggarannya tidak dipakai,” gerutu Ipung.

Ipung menyesalkan, Satgas COVID-19 hanya tercatat menggunakan anggaran bantuan sosial senilai Rp 193,5 juta dari yang tersedia sebanyak Rp28,1 miliar.

“Publik Jember harus tahu kondisi betapa lemahnya kinerja eksekutif. Jangan selalu masyarakat yang dipersalahkan. Karena kenyataannya justru pejabat pemerintahan daerah yang justru tidak becus mengurus masalah COVID-19,” urainya.

Sedangkan, pada tanggal 19 Juli 2021, Bupati Jember Hendy Siswanto menggelar rapat koordinasi. Dengan sejumlah pejabat untuk rencana persiapan pemakaian dana BTT.

“Targetnya warga Jember yang tidak masuk data penerima bantuan Kemensos. Serta belum menerima bantuan paket beras cadangan pemerintah yang 100 ton dalam masa pandemi COVID-19,” katanya. (sut/aka)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Puluhan Pedagang di Pasar Mangaran Ikut Sosialisasi Bahaya Jual Rokok Ilegal

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Situbondo bersama Bea Cukai Jember menggelar sosialisasi bahaya menjual rokok ilegal, Senin, 18 Oktober 2021....