Kamis, Juni 30, 2022
BerandaNewsRegionalTak Sanggup Lunasi Utang Bank Rp 37 Juta, PN Malang Eksekusi Rumah...

Tak Sanggup Lunasi Utang Bank Rp 37 Juta, PN Malang Eksekusi Rumah di Beji Kota Batu

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Mulyanto pria 51 tahun hanya bisa memendam kekecewaannya dan pasrah ketika rumahnya dieksekusi Pengadilan Negeri Malang (Rabu, 26/1). Rumah miliknya seluas 123 meter persegi itu berlokasi di Perum Puri Indah, Desa Beji, Junrejo, Kota Batu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Eksekusi pengosongan lantaran Mulyanto masih menguasai objek lelang yang telah beralih status kepemilikannya kepada Liandri, warga Surabaya. Liandri dinyatakan sebagai pemenang lelang oleh KPKNL Malang atas aset rumah sebagai agunan pinjaman yang dilelang oleh Bank BTN Cabang Malang. Lelang ditempuh pihak bank karena pihak debitur wanprestasi terhadap kewajibannya.

Panitera PN Malang, Mohan Ayustya Jaya, mengatakan, eksekusi pengosongan oleh pengadilan didasarkan pada risalah lelang per tanggal 18 Desember 2020. Ia mengatakan, pemenang lelang selaku pemohon mendaftarkan gugatan melalui pengadilan pada 30 September 2021.

“Kami hanya menjalankan eksekusi atas putusan pengadilan atas objek lelang yang masih dikuasasi termohon,” kata dia.

Ia mengatakan, termohon sudah diberikan teguran untuk pengosongan. Namun Mulyanto selaku termohon tak segera mengosongkan rumahnya yang beralih kepemilikan kepada Liandri setelah ketetapan lelang. Mohan menambahkan, pengadilan tidak bisa menolak permohonan pengosongan karena diamanatkan dalam UU nomor 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan. 

“Maka dilakukan pengosongan oleh pengadilan atas gugatan yang diajukan pemenang lelang. Kami hanya mengeksekusi putusan pengadilan, kalau urusan hutang piutang di bank bukan kewenangan kami,” ujar dia.

Sementara itu, Mulyanto merasa dirugikan dan menilai lelang yang dilakukan oleh pihak bank hanya sepihak. Serta putusan pengadilan terkesan tak adil. Menurutnya rumahnya yang dijadikan jaminan pinjaman, dilepas senilai Rp 274 juta oleh pihak bank.

“Saya merasa dirugikan, tahu-tahu sudah dieksekusi. Kesimpulan saya, banyak mafia tanah berkeliaran di Kota Batu,” ujar bapak dua anak itu.

Ia menceritakan, di tahun 2010 lalu, dirinya mengajukan pinjaman Rp 100 juta ke BTN Cabang Malang. Uang itu digunakan untuk mengembangkan usahanya berupa toko sembako. Namun dalam perjalannya, di tahun 2017 usahanya tak berjalan mulus dan bangkrut. 

Cicilan pinjamannya pun tersendat-sendat di tahun 2018. Sehingga pihak bank mengirimkan pemberitahuan keterlambatan. Ia mengaku, sudah melakukan proses pelunasan dengan membayar Rp 142 juta kepada pihak bank. Namun pihak bank menghitung ada kekurangan pembayaran Rp 37 juta. 

Lantas ia mengajukan keringan pelunasan kredit senilai Rp 15 juta di tahun 2019. Hanya saja pengajuan itu ditolak oleh bank. Karena tak sanggup memenuhi permintaan bank, akhirnya rumahnya yang dijadikan pinjaman disita dan dilelang.

“Saya iyakan bayar Rp 37 juta, cuma saya minta untuk dipertemukan dengan pimpinan cabang. Tapi permintaan saya tak digubris. Dua kali sudah mengirimkan surat untuk bertemu pimpinan cabang. Pantas tidak, hanya kurang Rp 37 juta terus dieksekusi gini,” ujar dia.(wok/wan)

BERITA KHUSUS

Kabar Gembira! Internet Gratis Masuk RW, Wali Kota Pasuruan: Ada 68 Titik

NUSADAILY.COM – KOTA PASURUAN – Warga Kota Pasuruan kini semakin dimanjakan dengan layanan internet gratis. Tidak hanya sebatas pada ruang publik, seperti taman-taman kota,...

BERITA TERBARU

Transfer Lewandowski ke Barcelona Belum Juga Deal, karena Kendala Ini

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Barcelona belum juga mampu mewujudkan transfer Robert Lewandowski. Barcelona meminta Lewandowski bersabar karena mereka masih terus mengusahakan kepindahannya. Barcelona menjadikan Lewandowski...