Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalTak Masuk Zona Hijau, Wisata Kota Batu Tetap Boleh Buka

Tak Masuk Zona Hijau, Wisata Kota Batu Tetap Boleh Buka

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – Kota Batu – Masa transisi di Malang Raya kembali diperpanjang hingga rate transmision dibawah angka 1.  Saat ini Malang Raya, termasuk Kota Batu tingkat penularan masih berada di angka 1. Sehingga belum bisa masuk dalam pelaksanaan kenormalan baru. Meski begitu, destinasi wisata di Kota Batu tetap boleh buka.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House


Walikota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan operasional tempat wisata maupun perhotelan tetap bisa memulai aktivitasnya sesuai dengan fase kenormalan baru.  Pengelola destinasi wisata maupun perhotelan yang akan memulai usahanya diharuskan terlebih dulu mengajukan permohonan. Hingga kini, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu belum menerima  pengajuan permohonan, seluruhnya.


Bagi mereka yang telah mengajukan permohonan, selanjutnya tim gugus tugas akan menyurvei ke lokasi untuk mengetahui kesiapan pemenuhan standar protokol kesehatan. Meski Dewanti menjabat sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Kota Batu, pihaknya belum mengetahui secara detail kesiapan prosedur protokol kesehatan di tiap-tiap destinasi wisata maupun perhotelan.


Ia menegaskan, yang menentukan siap tidaknya operasional destinasi wisata maupun perhotelan berada masing-masing pengelola. Asal SOP kesehatan telah dipenuhi. Jika sudah sesuai standar, tim gugus tugas akan memperbolehkan.
“Jatim Park Grup  infonya mau buka sebagai percobaan dulu. Tapi beberapa destinasi saja,” ungkap Dewanti dilansir Nusadaily.com.


Kebijakan protokol kesehatan juga akan diterapkan pada sektor pendidikan. Metode pembelajaran tatap muka dilakukan di zona hijau pada Juli. Sedangkan per 7 Juni lalu, Provinsi Jawa Timur menyatakan Kota Batu masih zona jingga.


“Di Kota Batu masih belum bisa memastikan apa di bulan itu (Juli), zonanya seperti apa. Sehingga kami menunggu,” ucap Dewanti.
Selain itu, Dinas Pendidikan dan Gugus Tugas akan menyusun SOP kesehatan dalam melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Semisal, kehadiran peserta didik maksimal 20 orang per kelas. Pelaksanaan kegiatan pendidikan secara tatap muka akan dimulai dari tingkat SMA/SMK berlanjut ke SMP hingga SD untuk kelas 4-5-6.


“Pelaksanaannya setiap hari seperti apa. Disiplin apa tidak. Kalau tak kondusif akan diliburkan lagi. Sebaliknya, kalau lancar maka berlanjut ke SD, dimulai dari kelas 4,5,6,” tukas dia. (wok/wan)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR