Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalTahun Ini Pemkab Malang Bakal Bangun RS Jantung

Tahun Ini Pemkab Malang Bakal Bangun RS Jantung

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berencana membangun Rumah Sakit Jantung. Untuk pembangunan tersebut, membutuhkan anggaran sekitar Rp 5 miliar yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Kalau Rumah Sakit Jantung ini masih bergulir untuk tahun ini kami sedikit hanya perencanaan saja. Itu sudah dianggarkan Rp 5 miliar dari PAD,” kata Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, Selasa (12/10/2021).

Didik menjelaskan, tahun ini memang hanya dianggarkan untuk perencanaan saja dan tidak memungkinkan melakukan pembangunan. Sebab, anggaran Pemkab Malang lainnya dialihkan untuk program-program yang lebih penting dalam masa pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Anies Resmikan Layanan Jantung Terpadu RSUD Tarakan Guna Tekan Kematian

“Karena suasana Covid-19 ada program-program yang urgensinya harus kami prioritaskan. Tapi, kami tidak meninggalkan proses pembangunan yang sudah disiapkan salah satunya RS Jantung ini,” kata dia.

Saat ini, Pemkab Malang telah menyiapkan lahan kosong seluas dua hektare untuk pembangunan rumah sakit tersebut.

Lay out pun sudah siap. Semua sudah kami siapkan tinggal menunggu memang untuk suasana Covid-19 ini ada hal yang lebih urgent,” kata dia.

Sebagai informasi, sebelumnya Bupati Malang, Sanusi telah menggulirkan wacana pembangunan RS Jantung tersebut.

Untuk membangun RS tersebut dibutuhkan sedikitnya Rp 500 miliar.

BACA JUGA: Ternyata Pria Lebih Takut Patah Hati daripada Sakit Jantung

Rencananya Sanusi ingin mengajukan bahwa anggaran pembangunan ini diambil 100 persen dari DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Hal itu dia sampaikan pada 17 Juni 2021 lalu.

Namun rencana Sanusi tersebut tidak bisa. Didik menegaskan, anggaran pembangunan RS Jantung itu termasuk di bidang kesehatan.

“Dan dana cukai itu ternyata tidak bisa kan termasuk kesehatan. Kesehatan dan pendidikan tidak bisa diambil dari dana cukai,” tandas dia.(nda/lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR