Kamis, Januari 20, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalSyarat Bantuan Keuangan UMKM Magetan Terdampak Covid-19 Memberatkan

Syarat Bantuan Keuangan UMKM Magetan Terdampak Covid-19 Memberatkan

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Ramadan tahun lalu pengrajin sandal kulit klasik khas Magetan mati suri akibat dampak dari pandemi Covid-19. Para pengrajin di sentra pengrajin kulit Jejeruk Desa Candirejo Kecamatan Magetan mengaku tidak dapat bantuan, dan terpaksa lontang-lantung mengangur.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Bersyukur hal tersebut tidak berlangsung pada ramadan tahun ini. Para pengrajin bisa bernafas lega, orderan pesanan sandal kulit khas mulai mereka terima, meski jumlahnya tidak banyak. Ini cukup untuk membantu menyambung hidup mereka.

“Alhamdulillah, mulai ada permintaan dari sentra pedang kerajinan sandal kulit jalan Sawo ke kami, namun jumlahnya tidak banyak. Sekitar dua puluh lima persen, jauh dibanding sebelum corona,” kata Agus Juanto, saat diwawancarai nusadaily.com.

Bila dulu sebelum pandemi, lanjutnya, dalam satu minggu bisa memproduksi 200 pasang lebih, paat ini pesanan kurang dari 100 pasang. Para pedagang di sentra penjualan kulit jalan sawo Magetan khawatir dengan larangan mudik oleh pemerintah jika meyetok barang banyak, malah tidak laku.

“Sandal kulit khas Magetan biasanya kan dibuat oleh-oleh para pemudik, namun jika mudik dilarang siapa yang beli,” jelasnya.

Kekhawatiran yang sama juga dirasakan oleh pengrajin sandal kulit lain, Edi Purwanto, meski saat ini mulai ada pesanan, larangan mudik dari pemerintah mengancam keberlangsungan produksi. Pasalnya konsumen kerajinan kulit magetan adalah pemudik yang membeli untuk oleh oleh.

“Alhamdulillah mulai ada pesanan dari para pedagang di lokasi wisata telaga Sarangan, namun tidak banyak karena larangan mudik. Pedangang takut wisatawan yang berkunjung ke Sarangan sepi,” terangnya.

Pengrajin mengaku hanya bisa pasrah atas larangan mudik tersebut, dipastikan produksi kembali tutup setelah lebaran. Semoga ada kebijakan dari pemerintah soal bantuan keuangan kepada pelaku UMKM seperti mereka. Pasalnya tahun lalu banyak pengrajin sandal di jejeruk yang tidak mendapat bantuan akibat miliki pinjaman KUR di Bank.

“Puluhan pengrajin tidak dapat bantuan keuangan dari pemerintah, karena miliki pinjamam di bank. Bila dihitung dari piluhan hanya dua orang di lingkungan jejeruk yang dapat bantuan karena tidak miliki pinjaman,” ungkapnya.

Bantuan keungan bagi UMKM sebesar Rp. 1200 00 ,- yang baru cair tahun ini tersebut dinilai oleh pegrajin aneh. Pasalnya nyaris tidak ada pemgrajin yang tidak miliki pinjaman.

“Kami pelaku UMKM di Magetan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Magetan untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut, syarat tidak memiliki pijaman di bank tersebut untuk dirubah, karena pelaku usaha yang sebenarnya pasti miliki pijaman. Padahal bantuan keuangan tersebut saat ini kami butuhkan,” pungkas para pelaku UMKM Magetan. (nto/kal)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily