Selasa, Desember 7, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalSoal Konflik Pedagang Pasar Sayur, Ketua DPRD Magetan Minta Diselesaikan Sebaik-baiknya

Soal Konflik Pedagang Pasar Sayur, Ketua DPRD Magetan Minta Diselesaikan Sebaik-baiknya

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Ditemui usai mengikuti upacara Hari Santri Nasional 2021, Ketua DPRD Magetan Sujatno mengatakan, terkait konflik pedagang pasar sayur luar dan dalam, pihaknya meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat untuk segera menyelesaikan sebaik-baiknya.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Kami mendorong kepada Disperindag untuk segera menyelesaikan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada hal-hal dan kejadian yang tidak diinginkan,” kata Sujatno kepada nusadaily.com, Jumat (22/10/2021).

Sujatno berharap pedagang dalam dan luar dapat duduk bersama untuk bermusyawarah hingga tercapai kesepakatan.

BACA JUGA: DiPHP Indag Terus, Pedagang Pasar Sayur Magetan Ancam Unras Besar Besaran

“Apabila sudah ada kesepakatan yang diambil, masing-masing wajib menaati bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya, pedagang dalam pasar sayur mengaku merasa di-PHP Indag hingga mengancam akan menggelar unjuk rasa besar-besaran. Mereka meragukan kemampuan pemangku pasar sayur dalam pengelolaan dan penataan para pedagang.

Hal itu dibuktikan dari banyaknya pedagang di luar pasar yang bebas menggelar dagangannya pada tempat bongkar muat.

Hal itu, menurut para pedagang pasar dalam, membuat pembeli enggan masuk ke dalam pasar untuk belanja. Akibatnya pedagang ‘resmi’ kalah dengan pedagang dari luar.

Salah satu pedagang bernama Bambang mengaku dirugikan selama ini karena pedagang bebas berjualan di luar. Otomatis pendapatannya berkurang lebih dari separuh akibat konsumen memilih membeli diluar pasar.

Mereka pun menuntut pembagian jam jualan sehingga sama-sama bisa dapat hasil. Pedagang luar tetap bisa jualan, waktunya diatur sore hingga malam hari, agar pedagang dalam bisa laku.

Ia menyebut, sudah berkali-kali pihaknya melakukan mediasi bersama Disperindag setempat. Namun seperti dilihat saat ini sama saja, tindak ada tindakan.

Pihak Indag sempat meminta waktu 10 hari untuk penertiban, hingga meminta waktu kembali perpanjangan waktu dan begitu terus dan terus sampai hari ini.

BACA JUGA: Diduga Tercemar Sisa Pengolahan Batik, Air Sungai di Magetan Berwarna Kekuningan

Sementara itu, keterangan internal Disperindag, hal tersebut hanya miskomunikasi saja. Sebelumya, semua pihak sudah dipertemukan dan sudah sepakat, bahwa pelaksanaanya memang bertahap, 10 hari peringatan, 10 hari lagi peringatan ke 2.

“Kemarin itu baru peringatan ke 2, dan tunggu hasil yang ke 3 10 hari kedepan. Bila nanti peringatan ke 3 tidak diindahkan kami bersama Satpol PP akan melakukan tindakan,” ujar pihak Disperindag. (nto/lna)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily