Senin, Desember 6, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalSingky 'Kalah' Lawan Kapolrestabes Surabaya

Singky ‘Kalah’ Lawan Kapolrestabes Surabaya

- Advertisment -spot_img

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

SURABAYA– Singky Soewadji yang melawan Kapolrestabes Surabaya, kalah. Permohanan praperadilan menyoal Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas dugaan kasus pemindahan satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) ditolak majelis hakim tunggal, Syafrudin.

Hal itu terungkap setelah Hakim Tunggal Syafruddin, pada sidang putusan di ruang sari 2, Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (16/11/2020), menyatakan terbitnya SP3 oleh Polrestabes Surabaya, sah menurut hukum. Dan upaya Singky Soewadji di (PN) Surabaya itu kandas total.

Hakim tunggal Syafruddin menolak permohonan praperadilan Singky Soewadji, dengan dalih alat bukti yang diajukan dalam persidangan hanya berupa foto copi.

“Alat bukti foto copy tidak memiliki nilai pembuktian sesuai KUHPerdata,” kata Syafruddin saat membacakan pertimbangan hukumnya.

Kata Syafruddin, SP3 Kapolrestabes Surabaya yang saat itu dijabat oleh Kombes Pol Yan Fitri Halimansyah, sah menurut hukum.

Kata dia SP3 didasarkan atas alat bukti bahwa pemindahan satwa surplus KBS ke beberapa lembaga, atas izin Kementerian Kehutanan dan diketahui oleh Kepala BKSDA Jatim.

“Sehingga bukan merupakan tindak pidana,” ucap Syafruddin.

Berdasarkan dalil ini, hakim Syarifuddin menyatakan pemohon melalui kuasa hukumnya tidak berhasil membuktikan dalil permohonannya, sehingga pemohon diwajibkan membayar biaya perkara.

“Maka, menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya, menyatakan SP3 Nomor SP-Sidik/310/VI/2015/Reskrim sah dan mengikat,” tukasnya.

Singky Memiliki Legal Standing

Meski permohonan ditolak, namun hakim Syafruddin menyatakan Singky Soewadji memiliki legal standing sebagai pemohon praperadilan yang sempat disoal oleh kuasa hukum termohon (Kapolrestabes Surabaya).

Di sisi lain, Muhamad Soleh kuasa hukum pemohon mengaku kecewa dengan putusan hakim yang menyatakan bukti foto copi tidak memiliki nilai pembuktian, sebagai pertimbangan yang nyeleneh.

“Bukti-bukti ini sudah disingkronkan dengan bukti yang dimiliki termohon. Artinya bukti ini memiliki kesamaan dengan aslinya, dan semua kasus kasus SP3 yang digugat oleh LSM semua tidak ada bukti asli, faktanya dikabulkan oleh hakim,” ujar Soleh.

Terkait putusan hakim yang menyatakan SP3 sah dan mengikat, tidak dapat diartikan jika permohonan praperadilan terhadap perkara ini tidak bisa diajukan kembali.

“Prinsip utama dalam praperadilan tidak mengenal nebis in idem, artinya masih bisa diajukan praperadilan lagi,” pungkas dia.

Sekadar diketahui, perkara pokok dari praperadilan ini dilatarbelakangi adanya 6 perjanjian pemindahan ratusan satwa KBS ke beberapa kebun binatang di Indonesia.

Seperti Taman Hewan Pematang Siantar, Taman Satwa Lembah Hijau, Jawa Timur Park, Maharani Zoo dan Taman Safari Indonesia II Prigen.

Perjanjian itu dinilai bertentangan dengan rekomendasi dari Tim Evaluasi Kesehatan dan Pengelolaan Satwa KBS, karena sesuai rekomendasi adalah dilepas liarkan. Sedangkan kata Tim Pengelola Sementara KBS adalah pemindahan.

Selain itu, pertukaran satwa ini dinilai ilegal, karena izin konservasi KBS telah dicabut.(ima/aka)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR