Senin, Juni 27, 2022
BerandaNewsRegionalSidoarjo Punya Aplikasi INDAGO, Informasi Ekspor-Import dan Perdagangan Update Tiap Hari

Sidoarjo Punya Aplikasi INDAGO, Informasi Ekspor-Import dan Perdagangan Update Tiap Hari

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) membuat aplikasi INDAGO (Informasi Perdagangan Kabupaten Sidoarjo). Aplikasi ini memiliki empat layanan, yakni INDAGO Prexim menyajikan data Realisasi Ekspor dan Impor Sidoarjo, INDAGO Swalayan menyajikan sebaran toko swalayan di Kabupaten Sidoarjo. INDAGO Sibapo Informasi harga bahan pokok dan yang terakhir INDAGO Regulasi menyajikan tentang kumpulan regulasi perdagangan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Aplikasi ini untuk memudahkan masyarakat untuk mengetahui realisasi ekspor-Impor dan juga harga kebutuhan pokok. Dari kemarin laporannya masih manual,” kata Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali saat Launching Aplikasi INDAGO di Hotel Luminor Sidoarjo, Kamis (27/5/2021) dilansir Nusadaily.com.

Laporan dalam aplikasi INDAGO ini akan diupdate setiap hari oleh Disperindag Sidoarjo. Misalnya informasi harga pokok (INDAGO Sibapo, red) ini akan menyajikan harga kebutuhan pokok di setipa pasar yang ada di Kota Delta. 

“Perbandingan harga kebutuhan pokok di pasar ini sangat penting, karena ini untuk mencegah terjadinya permainan harga yang dilakukan oleh para tengkulak,” ujarannya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disperindag Sidoarjo, Tjarda menyampaikan selama ini laporan impor maupun ekspor para pengusaha dilakukan secara manual. Dalam aplikasi INDAGO ini sudah disediakan form. Mereka tinggal mengisi saja.

“Setelah para eksportir ini mengisi form tersebut, kita akan lakukan verifikasi untuk menjaga akurasi data tersebut,” ungkapnya.

Kalau dari penyajian harga kebutuhan pokok  yang ada dipasar, Disperindag yang akan menyampaikan kisaran harga di masing-masing pasar. 

“Masyarakat juga bisa melaporkan kalau ada kenaikan harga yang tidak masuk akal, nanti Disperindag akan langsung kroscek dilapangan,” pungkasnya. (ful/wan)

BERITA KHUSUS

Ada Penampakan Kuntilanak di Acara Gowes HUT ke-104 Kota Mojokerto

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Masih dalam rentetan HUT ke 104 Kota Mojokerto, kali ini ribuan masyarakat berpartisipasi ramaikan gowes bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah...

BERITA TERBARU

Mencermati Ide Surya Paloh Munculkan Duet Pemersatu Bangsa di Pilpres 2024

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Dua kali Pemilu dan Pilpres, tepatnya tahun 2014 dan 2019, keterbelahan anak bangsa dampaknya hingga hari ini masih terasa. Tak jelas...

NUSADAILY.COM - SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) membuat aplikasi INDAGO (Informasi Perdagangan Kabupaten Sidoarjo). Aplikasi ini memiliki empat layanan, yakni INDAGO Prexim menyajikan data Realisasi Ekspor dan Impor Sidoarjo, INDAGO Swalayan menyajikan sebaran toko swalayan di Kabupaten Sidoarjo. INDAGO Sibapo Informasi harga bahan pokok dan yang terakhir INDAGO Regulasi menyajikan tentang kumpulan regulasi perdagangan.

"Aplikasi ini untuk memudahkan masyarakat untuk mengetahui realisasi ekspor-Impor dan juga harga kebutuhan pokok. Dari kemarin laporannya masih manual," kata Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali saat Launching Aplikasi INDAGO di Hotel Luminor Sidoarjo, Kamis (27/5/2021) dilansir Nusadaily.com.

Laporan dalam aplikasi INDAGO ini akan diupdate setiap hari oleh Disperindag Sidoarjo. Misalnya informasi harga pokok (INDAGO Sibapo, red) ini akan menyajikan harga kebutuhan pokok di setipa pasar yang ada di Kota Delta. 

"Perbandingan harga kebutuhan pokok di pasar ini sangat penting, karena ini untuk mencegah terjadinya permainan harga yang dilakukan oleh para tengkulak," ujarannya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disperindag Sidoarjo, Tjarda menyampaikan selama ini laporan impor maupun ekspor para pengusaha dilakukan secara manual. Dalam aplikasi INDAGO ini sudah disediakan form. Mereka tinggal mengisi saja.

"Setelah para eksportir ini mengisi form tersebut, kita akan lakukan verifikasi untuk menjaga akurasi data tersebut," ungkapnya.

Kalau dari penyajian harga kebutuhan pokok  yang ada dipasar, Disperindag yang akan menyampaikan kisaran harga di masing-masing pasar. 

"Masyarakat juga bisa melaporkan kalau ada kenaikan harga yang tidak masuk akal, nanti Disperindag akan langsung kroscek dilapangan," pungkasnya. (ful/wan)