Senin, September 20, 2021
BerandaNewsRegionalSeluruh Korban Petasan Maut Jambon Ponorogo Masih Satu Keluarga

Seluruh Korban Petasan Maut Jambon Ponorogo Masih Satu Keluarga

NUSADAILY.COM – PONOROGO – Peristiwa meledaknya petasan di teras sebuah rumah di Desa Sidoharjo Kecamatan Jabon Ponorogo, Jumat, 15 Mei 2020 kemarin rupanya menelan korban yang masih satu keluarga.

Data yang berhasil dihimpun Nusadaily.com, jumlah korban petasan meledak tersebut sebanyak 9 orang. Satu tewas di lokasi kejadian. Sementara tiga orang luka berat dan empat luka ringan.

Berdasarkan keterangan Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitriyanto, satu korban tewas terindikasi sebagai Tomi Saputra (16). Yang sebelumnya bersama Fahrul Koiri (22) dan Pono (27), menyalakan petasan di samping rumahnya.

“Namun saat dinyalakan petasan dari kaleng cat yang mereka buat tidak meledak. Ketiganya berinisiasi memperbaikinya, dengan membawanya ke teras rumah. Petasan diperbaiki dengan cara ditekan dengan obeng, dan tiba-tiba meledak. Melukai yang berada didekatnya yang sejak awal ikut menonton,” terangnya, Sabtu, 16 Mei 2020.

Korban mengalami luka ringan dari percikan petasan tersebut bernama Lamidi (45), Faiz (10), Ecsel (12), Afif (12), Riki (20) dan Galih (12). Keseluruh korban masih satu saudara.

“Korban tewas dievakuasi kamar mayat rumah sakit umum setempat untuk keperluan penyidikan. Selebihnya korban yang mengalami luka berat maupun ringan hingga hari ini masih dirawat di rumah sakit,” imbuhnya.

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto Mengaku sangat menyayangkan peristiwa yang memakan korban ini.

“Pihak kepolisian dari polres Ponorogo sudah melarang, dilakukan penertiban dan merazia. Namun tetap bandel dengan sembunyi-sembunyi,” terangnya.

Dari TKP polisi mengamankan sejumlah barang bukti, pecahan petasan yang meledak, bubuk mesiu dan puluhan selongsong petasan yang belum sempat dipergunakan, serta balon udara.

“Sekali lagi, Kepolisian Ponorogo melarang pembuatan petasan atau mercon, menerbangkan balon udara yang membahayakan penerbangan angkutan udara. Polisi akan berikan sanksi tegas hingga proses hukum bila didapati masyarakat masih melakukan itu,” pungkasnya. (nto/lna)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...