Jumat, Januari 21, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalSelama Lima Bulan Limbah Medis Mengalami Lonjakan, Rata-Rata Capai 700Kg/Hari

Selama Lima Bulan Limbah Medis Mengalami Lonjakan, Rata-Rata Capai 700Kg/Hari

KOTA BATU – Limbah medis yang dihasilkan dari fasilitas kesehatan di Kota Batu mengalami peningkatan selama masa pandemi COVID-19. Rata-rata per harinya mengumpulkan 23 kilogram atau setiap bulannya mencapai 700 kilogram.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Limbah medis ini mulai dirasakan ada lonjakan sejak lima bulan lalu, tepatnya Mei. Bahkan di bulan Juli lalu terdata hingga 1058 kilogram limbah medis. Hal ini karena masih banyaknya penanganan pasien yang terpapar COVID-19.

Limbah medis ini dihasilkan dari enam rumah sakit dan lima puskesmas di Kota Batu. Penanganan hingga pemusnahana dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga. Rumah sakit maupun puskesmas mengumpulkan secara berkala kemudian disalurkan ke pabrik pemusnahan. Sehingga tak ikut terangkut ke TPA Tlekung.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Batu, Hayati mengatakan ada spesifikasi yang harus dimiliki industri penanganan dan pemusnahan limbah medis. Termasuk transporter yang mengangkut hingga ke lokasi pabrik.

BACA JUGA: Inovasi Perdana! Webinar Hypnotherapy Tangguh Semeru, Wujudkan Zona Hijau Mojokerto

“Jadi nanti diangkut dan diserahkan pihak ketiga yang pemusnah limbah dengan alat incenerator,” katanya Hayati.

Limbah yang masuk kategori B3 itu terlebih dulu disimpan di ruang khusus oleh pihak fasilitas layanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas. Kemudian dikirimkan ke tempat pemusnahan yang lazimnya dilakukan sebulan sekali.

“Masing-masing Rumah Sakit dan Puskesmas sudah punya tempat penyimpanan sementara. Itu mereka simpan di situ, nanti satu bulan mereka angkut. Mereka tidak bisa ambil sedikit-sedikit, karena mahal,” ujar dia.

Penanganan limbah

Dalam penanganan limbah medis, pihak fasilitas layanan kesehatan mengikat kontrak dengan pihak ketiga. Hayati tak tahu persis seperti apa kontrak yang dijalin oleh kedua belah pihak.

Dia mengatakan, jumlah limbah medis yang tercatat oleh Dinkes Kota Batu hanya lima puskesmas dan dua rumah sakit yakni RSU Karsa Husada dan RS Baptis. Lalu jumlah sampah medis antara setiap puskesmas lebih sedikit dibandingkan dengan setiap rumah sakit yang ada.

Rata-rata dalam sebulan setiap rumah sakit menghasilkan sejumlah 400 kilogram sampai 600 kilogram sampah medis. Sedangkan setiap puskesmas hanya 10 kilogram sampai 20 kilogram.

BACA JUGA: Senam Anti Covid-19 NasDem Kota Malang Bertabur Doorprize

Limbah medis yang berasal dari puskesmas akan diangkut ke PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA yang berada di Mojokerto. Sedangkan yang dihasilkan dari rumah sakit akan diangkut dan dikelola oleh PT Triata Mulia Indonesia di Gresik.

Kepala Urusan Perencanaan RS Bhayangkara Hasta Brata, Iptu Dodik Bintoro mengatakan, rata-rata setiap bulan ada 800 kilogram limbah medis yang dihasilkan. Lebih tinggi dibandingkan RSU Karsa Husada dan RS Baptis.

Limbah medis yang mendominasi meliputi, hazmat, masker medis (limbah infeksius), sarung tangan. Lonjakan karena para tenaga kesehatan di RS Bhayangkara Hasta Brata selalu menggunakan APD lengkap setiap melayani masyarakat. APD ini digunakan sekali pakai.

“Kemudian untuk sampah medis lainnya ada seperti ampul, suntikan, botol infus, perban. Itu pengelolaannya kami ikut dengan PT PRIA,” ujar Dodik. (wok/kal)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily