Senin, September 20, 2021
BerandaNewsRegionalSelain Pembatasan di Perbatasan, Forkopimda Kota Malang Juga Sasar Kafe yang Ngotot...

Selain Pembatasan di Perbatasan, Forkopimda Kota Malang Juga Sasar Kafe yang Ngotot Buka

NUSADAILY.COM – MALANG – Selain melakukan penertiban terhadap sejumlah warga luar kota yang hendak masuk ke Kota Malang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang juga melakukan penertiban terhadap beberapa kafe yang nekat buka. Salah satunya, yakni kafe yang terletak di Jalan Bandung, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (1/1/2021) dini hari.

“Kami memberikan imbauan dan teguran terhadap kafe tersebut. Sebab, masih melakukan kegiatan,” terang Kasubbag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni kepada NusaDaily.com, Jumat (1/1/2021).

Selain itu, tim gabungan yang terdiri dari Polresta Malang Kota, Kodim 0833 Kota Malang, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Satpol PP Kota Malang, organisasi masyarakat dan instansi lainnya juga menertibkan sejumlah tempat lain yang melakukan pelanggaran. Seperti kafe di Jalan Borobudur, kafe di Jalan Sudimoro dan lainnya.

BACA JUGA: Malam Tahun Baru, 25 Kendaraan Mau Masuk ke Kota Malang Putar Balik

Upaya penertiban tersebut dilakujan untuk peningkatan disiplin dan penegakan hukum dalam penerapan protokol kesehatan. Sekaligus, untuj menindaklanjuti Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Perda Jatim nomor 20 tahun 2020 dan Perwal Kota Malang Nomor 30 tahun 2020 di wilayah Kota Malang.

“Operasi ini dilakukan untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat terkait pentingnya menerapkan protokol kesehatan, utamanya penggunaan masker,”

Sebab, angka kasus covid-19 semakin meningkat. Apalagi, Kota Malang kembali masuk dalam zona merah atau risiko tinggi penyebaran covid-19.

“Salah satu bentuk pencegahan yang kami lakukan adalah melalui kegiatan ini. Mudah-mudahan, masyarakat sadar pentingnya menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatannya sendiri,” papar dia.

Jika memang ditemukan pelanggaran,akan diberikan teguran lisan, terguran tertulis, tindakan sosial bahkan sanksi administratif sesuai dengan Perda Jatim Nomor 2 Tahun 2020 dan Perwal Kota Malang Nomor 30 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ketentraman ketertiban umum dan perlindungan Masyarakat.

BACA JUGA: Malam Tahun Baru, Kota Malang Diguyur Hujan Deras

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Pelindungan Masyarakat, tertulis sanksi yang diberikan kepada pelanggar ketentuan, yakni berupa teguran lisan, teguran tertulis, peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan, penghentian tetap kegiatan, pencabutn sementara izin, pencabutan tetap izin hingga denda dan sanksi administratif mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 100 juta. Bahkan, ada sanksi pidana berupa kurungan paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp 50 juta.

Sementara, berdasarkan Perwal Kota Malang Nomor 30 Tahun 2020, jika terjadi pelanggaran protokol kesehatan terhadap perseorangan, maka akan dikenakan sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, sanksi administratif berupa denda hingga sanksi sosial.

Sedangkan terhadap pelaku usaha, pemberian sanksi tidak jauh berbeda dengan Perda Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020.(nda/lna)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...