Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsRegionalSekolah di Bondowoso yang Minta Mundur Siswa Difabel Banjir Kecaman

Sekolah di Bondowoso yang Minta Mundur Siswa Difabel Banjir Kecaman

NUSADAILY.COM – BONDOWOSO – Publik Kabupaten Bondowoso tampak geram dengan perlakuan SMP Negeri 2 Tamanan terhadap siswa difabel bernama Muhamad Hendra Afriyanto.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Beragam kecaman dilontarkan oleh warga Kota Tape melalui media sosial. Bahkan, para tokoh publik setempat juga mengungkapkan rasa kesalnya ke pihak sekolah yang dinilai telah berlaku diskriminatif.

BACA JUGA: Kisah Pilu Siswa Difabel Daksa di Bondowoso Dipaksa Mundur Sekolah

“Lembaga sekolah berkewajiban mencerdaskan anak bangsa, tidak boleh membedakan apapun latar belakang dan kondisi siswa,” kata mantan Ketua PCNU Bondowoso, KH Ayyub Saiful Rijal pada Rabu, 5 Agustus 2020.

Dia menuntut pengembalian sepenuhnya hak memperoleh pendidikan bagi Hendra. Sebab, siswa difabel tersebut setara dengan yang lain secara kemanusiaan.

Ulama yang akrab disapa Gus Syaif ini mendesak secepatnya Pemkab Bondowoso memberi keadilan kepada Hendra. Sedangkan, pihak sekolah diberi sanksi tegas atas tindakan yang keliru.

Kecaman serupa juga dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD Bondowoso Sinung Sudrajat.

“Karena pada dasarnya setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Seharusnya, sekolah tidak bertindak sepihak,” kecam legislator PDI Perjuangan ini.

Sinung mengatakan, hal terberat dalam benaknya saat ini menyangkut dampak psikologis yang diderita Hendra pasca diminta mundur sebagai siswa.

Menurutnya, pemulihan beban psikologis kepada Hendra lebih sulit dibandingkan hanya mengembalikan status yang bersangkutan menjadi bagian dari sekolah.

Secara informal, Sinung sudah menghubungi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso Haeriyah. Selanjutnya, DPRD akan meminta keterangan melalui rapat dengar pendapat dengan Komisi IV.

“Segera memanggil pihak terkait. Dinas Pendidikan silakan koordinasi dulu dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak. Disitu ada psikiater yang nanti bisa mendampingi,” tutur Sinung.

Sedangkan, Haeriyah menyatakan telah memeriksa Kepala SMP Negeri 2 Tamanan Murtaji berikut sejumlah guru, termasuk yang menangani bimbingan dan konseling.

Namun, keputusan dan sikap resmi lembaganya akan diumumkan melalui konferensi pers. “Biar bareng dengan semua media, besok Kamis (6 Agustus) kami rilis,” terang Haeriyah.

Upaya Pindah Sekolah

Sebelumnya diberitakan, keluarga Hendra mengaku ada upaya dari pihak sekolah agar memindahkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB).

Keterbatasan fisik Hendra yang difabel daksa dianggap sebagai alasan sikap sekolah melakukan pemaksaan halus melalui perbincangan langsung dengan keluarga pada Senin, 3 Agustus 2020.

Hendra yang mendengar perkataan dari guru maupun kepala sekolah menjadi trauma karena merasa keberadaan dirinya seperti ditolak dan tersisih.

BACA JUGA: Kisah Pilu Siswa Difabel Daksa di Bondowoso Dipaksa Mundur Sekolah

Sejak kejadian itu, Hendra kerap menangis serta murung tiap hari. Kesedihan juga menyelimuti keluarga kecil sederhana itu.

“Pulang sekolah, anak saya langsung menangis cukup lama. Beberapa jam menangis,” tutur Asyati, ibunda Hendra yang juga tak kuasa menahan air matanya mengalir selama wawancara dengan media.

Sejak pemberitaan meluas, tiga guru dari SMP Negeri 2 Tamanan datang ke rumah Hendra menyampaikan permintaan maaf sembari mengembalikan sejumlah buku pelajaran.

“Gurunya meminta agar Hendra sekolah. Kalau saya terserah anak saya. Tetapi anak saya masih trauma, waktu gurunya datang, dia masih nangis. Masih sakit hati dan emosi karena mendengar ucapan gurunya kemarin,” beber Suyadi, ayahanda Hendra. (sut)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Eks Bek MU Sarankan Harry Maguire Kunjungi Psikolog

NUSADAILY.COM - LONDON - Harry Maguire disarankan mengunjungi psikolog. Bek asal Inggris itu dinilai butuh bantuan untuk bisa bermain lebih baik. Maguire baru saja dikecam...