Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaNewsRegionalSatu Pasien Rapid Test Reaktif Klaster Haji Asal Mojokerto, Akhirnya Positif...

Satu Pasien Rapid Test Reaktif Klaster Haji Asal Mojokerto, Akhirnya Positif Corona

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Satu lagi warga Kabupaten Mojokerto terkonfirmasi positif terpapar virus Corona. Paska dua kali dilalukan uji swab, pertama pada 6 April 2020 hasilnya negatif, dan Swab kedua 13 April 2020 dengan hasil akhirnya positif.

Perempuan asal Kecamatan Mojosari ini, disinyalir pasien terpapar dari klaster asrama haji Sukolilo Surabaya atau saat mengikuti pelatihan pembimbing haji, 8 sampai 18 Maret lalu.

Saat ini, perempuan yang juga berprofesi sebagai ASN dan tenaga medis tersebut tengah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Prof dr Soekandar Mojosari.

Informasi yang dihimpun nusadaily.com, pasien 39 tahun ini sempat masuk dalam status orang dalam pantauan (ODP) Maret lalu. Seiring bersamaan dengan 16 ODP, dan PDP lain yang juga turut mengikuti pelatihan yang sama. Saat itu, pasien sempat menjalani rapid tes pada 29 Maret dan hasilnya menunjukkan reaktif.

Pasien Tidak Memiliki Gejala Klinis

Namun karena tidak memiliki gejala klinis mirip infeksi covid-19, pasien menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Bahkan, pasien juga kembali menjalani rapid tes tahap kedua pada 4 April 2020 dan hasilnya masih menunjukkan tanda-tanda positif.

Tak ayal tim medis, akhirnya menyarankan pasien untuk menjalani perawatan di ruang isolasi di rumah sakit pelat merah milik Pemkab Mojokerto itu.

“Rapid test pertama tanggal 29 Maret 2020 positif. kemudian isolasi mandiri. Dan rapid tes kedua tanggal 4 April 2020 juga positif. kemudian masuk rumah sakit,” ungkap dr. Sujatmiko, Kadinkes Kabupaten Mojokerto, Kamis 23 April 2020.

Bahkan untuk lebih memastikan, tim medis akhirnya melakukan uji swab sebanyak dua kali. Dimana pada 6 April lalu hasil uji lendir tersebut justru menunjukkan hasil negatif.

Perbedaan hasil ini pun tak lantas membuat tim medis percaya begitu saja. Hingga akhirnya pasien menjalani uji swab kedua pada 13 April lalu. Dan sore kemarin, uji swab akhirnya menunjukkan tanda terkonfirmasi positif, dan pasien resmi dinyatakan terkonfirmasi positif terinfeksi virus mematikan tersebut (Corona).

“Ya baru tadi sore laporan hasil uji swab diterima dan hasilnya positif,” tambah dr. Langit Kresna Janitra, humas gugus tugas pencegahan dan percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Mojokerto.

Meski terkonfirmasi positif, namun kondisi pasien saat ini dalam keadaan membaik.
Hasil uji klinis menunjukkan perbaikan kondisi kesehatan.

Hal ini tak lepas dari penanganan tim medis rumah sakit yang terus memberikan asupan suplemen dan nutrisi untuk kesembuhan sang pasien.

Terkait pencegahan persebaran lebih luas, tim gugus tugas Dinkes Kabupaten Mojokerto akhirnya telah melakukan tracing terhadap orang-orang terdekat disekitar pasien, baik lingkungan keluarga maupun di lingkungan tempat kerjanya sebagai perawat.

Khususnya bagi yang berinteraksi langsung dengan pasien pasca mengikuti pelatihan pembimbing haji di Surabaya. Namun sampai saat ini, belum ada tanda-tanda atau gejala yang mencurigakan.

“Tracing sudah kita lakukan. Kita juga sudah rapid tes tiga orang, yakni anak dan orang tuanya dan hasilnya negatif,” tandas Langit. (din)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Gerakan Gempur Rokok Ilegal yang Digalakkan Bea Cukai Sasar Desa Olean

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Gerakan gempur rokok ilegal (GGRI) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo Bea Cukai Jember serta Kejari menyasar...