Jumat, September 24, 2021
BerandaNewsRegionalSatgas COVID-19 Datang, Tamu Hajatan di Tulungagung Langsung Bubar

Satgas COVID-19 Datang, Tamu Hajatan di Tulungagung Langsung Bubar

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Puluhan kendaraan roda empat nampak terparkir di pinggir jalan desa Ringinpitu Tulungagung. Tak jauh dari lokasi tersebut terdengar suara pembawa acara yang meminta satu persatu tamu undangan untuk berpose dengan pengantin.

Namun tetiba suasana tersebut terpecah kala Tim Gabungan dari Satgas Covid – 19 Tulungagung datang. Tamu undangan hajatan yang digelar pada Rabu (13/01) tersebut langsung bubar.

BACA JUGA: Satgas COVID-19 Menemukan Klaster Hajatan di Kota Surabaya

Berdasarkan pantauan Nusadaily.com, hajatan dilakukan di rumah Wajir, warga setempat.

Menurut salah satu kerabat Wajir yang enggan disebutkan identitasnya, selama proses pelaksanaan pernikahan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan, dengan meminta tamu undangan untuk menggunakan masker atau face shield.

“Undangan 100 orang, acaranya ini temu manten kebetulan manten perempuannya dari sini sedangkan laki lakinya dari desa Rejoagung,” ujarnya.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, rupanya penerapan jaga jarak tidak dilakukan, bahkan jarak antar kursi tamu undangan tidak ada.

Bahkan beberapa di antara kerabat mengaku hanya menggelar ijab kabul saja, tetapi fakta yang ditemukan malah sebaliknya. Pemilik hajat memasang dekorasi lengkap dengan sound system dan sesi foto.

Mengetahui kedatangan tim satgas, tamu undangan hajatan tersebut langsung membubarkan diri. Pemilik hajat sendiri langsung menghentikan acara dan mematikan sound system.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Bagian Komunikasi Satgas Covid -19 Tulungagung, Dedi Eka Purnama mengatakan, hajatan di desa Ringinpitu ini merupakan hajatan kedua yang terpaksa dibubarkan oleh pihak Satgas, setelah sehari sebelumnya pembubaran dilakukan di desa Kasreman Kecamatan Pakel.

“Ini hajatan kedua yang kita hentikan, kita minta masyarakat untuk mengikuti aturan, silahkan ijab kabul tapi untuk hajatannya nanti dulu,” terangnya.

Dedi menjelaskan, pembubaran dilakukan karena sesuai dengan Surat Edaran Bupati Tulungagung nomor 8 tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Covid – 19 di Kabupaten Tulungagung.

BACA JUGA: Zona Merah, Resepsi Pernikahan di Kabupaten Blitar Kembali Dilarang

Apalagi sejak Desember yang lalu pihaknya sudah tidak mengeluarkan ijin untuk hajatan dan kegiatan yang berpotensi mengumpulkan masa.

“Apalagi tadi jarak kursinya kan mepet mepet, ndak ada jaga jaraknya kan ya, kita juga ingatkan agar kru penghibur mc dan lain lain juga ikur sosialisasi,” jelasnya.

Pihanya berharap, masyarakat berperan ikut mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan, salah satunya dengan mendukung langkah Satgas untuk tidak menggelar kegiatan yang mengumpulkan maayarakat dalam jumlah banyak. (fim/lna)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Berantas Rokok Ilegal, Pemkab Sidoarjo Gandeng Bea Cukai Sosialisasikan Manfaat DBHCT

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) sebagai salah satu pendapatan negara yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, misalnya dalam bidang...