Kamis, Januari 27, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalRSUD Kembalikan Uang Pemulasaran Jenazah, Berdalih Hanya Salah Komunikasi

RSUD Kembalikan Uang Pemulasaran Jenazah, Berdalih Hanya Salah Komunikasi

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Pihak RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo tepis adanya tudingan pungli, dan akhirnya mengembalikan uang pemulasaran jenazah pasien PDP Covid-19 Kabupaten Mojokerto, yang diduga dilakukan petugasnya pada 19 Mei 2020 lalu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Mereka mengklaim hal tersebut terjadi, karena adanya kesalahan komunikasi antara pihak petugas rumah sakit dengan pihak keluarga.

“Jadi karena Surat Edaran (SE) Permenkes itu kan 6 April kemarin, jadi sosialisasi kita ke bawah, kadang ada yang sudah tahu tapi ada yang tidak tahu. Karena baru setelah ada SE semua (biaya pemakaman) mulai peti mati, plastik, serta biaya tenaga bisa diklaim,” kata dr Sugeng kepada Nusadaily.com, Jumat 22 Mei 2020.

Salah Komunikasi dengan Petugas Kamar Jenazah

Adanya pungutan uang sebesar Rp 3 juta tersebut, lantaran ketidaktahuan petugas di kamar jenazah RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Menurutnya, uang tersebut hanya digunakan sebagai titipan. Sebelum petugas bernama Huda tersebut menyakan langsung ke atasannya terkait dengan biaya pemulasaraan jenazah PDP Covid-19 apakah bisa diklaimkan atau tidak.

“Karena meninggalnya malam, besoknya akan dikonfirmasi ke atasannya ke Pak Didik dan Bu Triyas. Dan benar akhirnya pagi 20 Mei 2020 dikonfirmasi, ada aturan dan harus dikembalikan. Anaknya (pasien) sudah dipanggil, tanggal 20 pagi jam 8 untuk disuruh kembalikan karena ada aturannya memang dikembalikan,” tambahnya.

Akan tetapi uang tersebut nyatanya belum juga diserahkan petugas rumah sakit pelat merah milik Pemkot Mojokerto itu. Hingga akhirnya, video dugaan pungli tersebut tersebar di dunia maya. Bahkan, video tersebut menjadi viral lantaran mendapatkan respon dari ribuan netizen yang mayoritas kesal dengan ulah petugas medis tersebut.

“Miss komunikasi itu sebenarnya. Jadi kami harus meluruskan SE yang terbaru itu, si personal ini (Petugas medis) menggunakan aturan yang lama. Tapi uangnya sudah dikembalikan, pagi tadi. Jadi pagi tadi, sekalian kita memberikan pengertian Covid-19, jadi hari ini keluarga semua ikut rapid test,” tandas Sugeng.

Ia juga menambahkan, pasien sempat dilakukan rapid test saat berada di RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo pada 19 Mei 2020, hanya saja hasil rapid test menunjukkan non reaktif.

“Tetapi kondisinya memang ada pnemonia. Tanggal 19 Mei kondisi memburuk terus meninggal rencana mau di swab tanggal 20 Mei nya tapi keburu meninggal,” ucapnya.

Sugeng menuturkan, selain meminta maaf dan mengembalikan uang tersebut, pihak RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto juga meminta agar pihak keluarga pasien melakukan rapid test yang difasilitasi RSUD. Ada empat orang yang dilakukan rapid test yang merupakan satu keluarga dengan pasien yakni istri, anak dan menantu serta cucu. 

“Ini satu rumah. Jemput bola mendatangkan kesini keluarganya untuk rapid test meskipun swab terhadap pasien belum diambil. Meski non reaktif tapi pasien masuk PDP karena klinis secara laboratorium. Menghilangkan stigma di masyarakat juga, kita harus back up karena interaksi dengan keluarga tanggung jawab kita,” tegasnya. (din)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed