Senin, September 20, 2021
BerandaNewsRegionalRespons Sekda Bondowoso Pasca Jadi Tersangka Pidana

Respons Sekda Bondowoso Pasca Jadi Tersangka Pidana

NUSADAILY.COM – BONDOWOSO – Sekretaris Daerah Bondowoso Syaifullah menyatakan legawa atas kasus yang sedang menerpanya dan menghormati penetapan tersangka oleh kepolisian setempat.

ASN tertinggi di Pemkab Bondowoso itu juga berjanji mengikuti semua proses hukum yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan Syaifullah melalui kuasa hukumnya, Achmad Husnus Sidqi ke nusadaily.com, Senin 15 Juni 2020.

“Pak Sekda sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah kewenangan polisi. Pak Sekda akan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku, karena sebagai pejabat publik, harus memberi contoh,” ujar Husnus.

Sementara ini, Syaifullah sendiri belum menentukan langkah lain untuk menghadapi perkara pidananya seperti mengajukan gugatan praperadilan.

“Kita akan mengikuti proses itu, karena memang kewenangan penyidikan. Yang penting asas praduga tidak bersalah. Benar atau tidaknya akan ditentukan nanti,” lanjut Husnus kepada induk imperiumdaily.com ini.

Dia membenarkan bahwa akar perkara dari pengaduan anak buah Syaifullah sendiri, yakni Alun Taufana, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Bondowoso.

Seperti diketahui, semua bermula dari percakapan via telepon antara Syaifullah dengan seorang pejabat di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kala masih dikepalai Alun Taufana pada 29 Juli 2019 silam.

Syaifullah diduga melontarkan perkataan ancaman. Sebagian isi pembicaraan sempat beredar luas di media sosial. Bahkan, yang berupa kalimat ancaman dilaporkan ke kepolisian.

Husnus berupaya meluruskan sejumlah kabar yang menyebut kliennya layak ditahan sejak menjadi tersangka, karena ancaman hukumannya diatas 5 tahun.

Menurutnya, berdasarkan surat penetapan tersangka, Husnus menyebut Syaifullah dikenakai Pasal 45 B UU ITE Juncto Pasal 335 KUHP.

“Ancaman hukuman maksimalnya 4 tahun penjara. Jadi tidak benar, kalau ancaman hukumannya sampai 12 atau 15 tahun penjara,” papar Husnus.

Ia mengaku, Syaifullah sebelumnya pernah memberikan keterangan ke polisi saat masih berstatus sebagai saksi di tahap penyelidikan.

“Pak Sekda sudah pernah diperiksa sebagai saksi. Sudah agak lama, sebelum puasa kira-kira,” pungkas Husnus. (sut/lna)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...