Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsRegionalRemaja 15 Tahun Dijajakan di Karaoke

Remaja 15 Tahun Dijajakan di Karaoke

NUSADAILY.COM-MALANG – Iming-iming mendapatkan uang lebih di usia belia menjadi modus utama pelaku perdagangan anak membujuk korbannya. Modus tersebut terungkap setelah dua seorang pelaku perdagangan anak ditangkap personel Polres Malang bersama jajaran Polsek Sumberpucung. Senin, 4 November 2019.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pelaku yang diduga kuat melakukan tindak pidana perdagangan anak adalah Tiwi Rahayu (32) alias Reva, warga Jalan Kelud, Desa Klagen Gambiran, Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan. Ia adalah pemilik karaoke Reva.

Pelaku kedua adalah Keysya Amalia, 36, warga Purwantoro Barat Desa Turen Kecamatan Turen selaku perekrut. Sedangkan korbannya adalah SAAC berusia 15 tahun, warga Lumajang.

Pada media, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Rabu 6 November 2019 menjelaskan, iming-iming yang dilakukan pelaku adalah bisa mendapatkan uang di usia muda. Pekerjaan yang dilakukan pun tidak berat. Hanya menemani orang berkaraoke.

Terungkapnya perkara tersebut bermula dari laporan orang tua korban, TW, warga Tempursari Lumajang ke Polsek Sumberpucung.

“Dari laporan tersebut dilanjutkan dengan lidik (penyelidikan) oleh petugas dan didapatkan bahwa korban telah dipekerjakan di lokasi karaoke Reva yang beralamat di Jalan Nusantara Desa Sumberpucung,” terang, Yade.

Dari keterangan orang tua korban, SAAC sejak Kamis 31 Oktober 2019 meninggalkan rumah tanpa pamit.

Karena anak tidak kunjung pulang, Tuti menanyakan kepada beberapa teman SAAC. Dari keterangan yang diperoleh, SAAC berada di Sumberpucung Malang.

Dengan berbekal informasi tersebut, orang tua SAAC langsung pergi ke Malang dan melaporkan hal tersebut ke Polsek Sumberpucung.

“Didapat kepastian bahwa SAAC ada di lokasi karaoke, maka petugas langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka pada hari Senin lalu,”kata Yade.

Para pelaku ternyata telah membuatkan KTP untuk korban SAAC dengan memalsu usia. Usia yang tercantum dalam KTP itu adalah 25 tahun dengan alamat Kecamatan Turen. Kartu identitas aspal ini dibuat untuk menghindar dari endusan polisi dan pertanyaan pelanggan karaoke.

Sebab korban dipekerjakan sebagai pemandu lagu sekaligus memberikan layanan seksual bagi pelanggan.

Petugas sekaligus menangkap Keysya Amalia, 36, warga Purwantoro Barat Desa Turen Kecamatan Turen selaku perekrut.

“Selain mengamankan dua orang tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 lembar kartu keluarga, 1 lembar ijasah atas nama korban dan uang tunai 300 ribu rupiah,” ungkap, Yade.

Perbuatan yang dilakukan para tersangka yang melanggar UU 35/2014 tentang perubahan atas UU 23/2002 tentang Pelindungan Anak. Pasal yang dikenakan adalah pasal 83 jo pasal 76f dan pasal 88 jo pasal 761.

Termasuk  pasal 2 ayat 1 UU 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Karena secara nyata melakukan eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak, para pelaku diancam kurungan paling lama 15 tahun,” tegas Yade. (jul/yos)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Kalau Pandemi Sudah Tidak Ada, Biaya Pasien COVID Ditanggung Siapa?

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dunia diyakini tengah menghitung waktu menuju akhir pandemi COVID-19. Kementerian Kesehatan RI menyebut, kelak pandemi COVID-19 telah dinyatakan selesai dan...