Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalRekrutmen Ulang, 331 THL Banyuwangi yang Diputus Kontrak Akan Didiklat Khusus

Rekrutmen Ulang, 331 THL Banyuwangi yang Diputus Kontrak Akan Didiklat Khusus

- Advertisment -spot_img

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi berencana kembali melakukan rekruitmen tenaga harian lepas (THL) untuk mengisi kebutuhan pegawai di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam rekruitmen ini, 331 tenaga THL yang diputus kontrak akan diberikan pelatihan khusus selama tiga hari.

Hal ini terungkap saat rapat kerja antara Komisi I DPRD Banyuwangi bersama Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD), Senin 22 Maret 2021. “Rencana kami untuk rekruitmen akan kita umumkan pada tanggal 26. Ini rencana saya, nanti akan kita laporkan terlebih dahulu kepada Ibu Bupati dan pak Sekda,” kata Kepala BKD Banyuwangi, Nafiul Huda.

Sesuai dengan analisis jabatan (Anjab) dan analisis beban kerja (ABK) semua OPD, formasi THL yang dibutuhkan mencapai 375 orang. “Untuk pastinya masih kita godok. Paling banyak kebutuhan untuk Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan. Juga ada Satpol PP, Dinas Kependudukan dan lain sebagainya,” kata Nafiul Huda.

Rekruitmen THL ini, kata Nafiul Huda, terbuka untuk umum. Namun, sesuai dengan arahan Bupati, dalam rekruitmen ini akan diprioritaskan bagi 331 THL yang kontraknya tidak diperpanjang pada awal Tahun 2021. “Yang jelas menurut Ibu Bupati kan diprioritaskan. Caranya bagaimana, akan kita beri diklat selama 3 hari. Kita adakan latihan CAT nya dan sebagainya,” tambahnya.

Buka Formasi untuk Penyandang Disabilitas

Nafiul Huda menambahkan, dalam rekruitmen ini pihaknya juga membuka formasi khusus untuk penyandang disabilitas. Hal ini sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, dimana pemerintah wajib memperkejakan minimal 2 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai yang ada.

“Minimal kan 2 persen sesuai dengan Undang-Undang. Saat ini masih belum memenuhi, tapi secara bertahap akan kita penuhi sesuai Undang-Undang,” tutupnya.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Iryanto berharap 331 THL yang diputus kontrak ini bisa terekrut kembali, mengingat mereka sudah bertahun-tahun mengabdikan dirinya kepada pemerintah daerah. “Tentu harus sesuai dengan prosedur, yaitu di tes dulu,” tegasnya.

“Ketika berbicara dites, maka harus sesuai aturan. Namun tetap harus ada skala prioritas sendiri, mengingat mereka sudah bekerja (mengabdikan diri kepada pemerintah). Untuk itu mereka diberi diklat khusus selama tiga hari agar bisa lolos seleksi,” kata Iryanto.

Iryanto berharap 331 THL yang diputus kontrak kemarin bisa memanfaatkan diklat 3 hari tersebut agar mereka bisa lolos seleksi dan kembali bekerja. “Jika kemudian sudah didiklat, sudah diberi kisi-kisi ternyata masih tidak masuk, ya wallahu a’lam. Intinya, kita memberikan prioritas, dengan harapan tidak ada gejolak dan 331 ini bisa masuk dan bekerja kembali,” tutupnya. (ozi/aka)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR