Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalRakor Jelang New Normal di Banyuwangi, Ini Skenario yang Disiapkan

Rakor Jelang New Normal di Banyuwangi, Ini Skenario yang Disiapkan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Pemkab setempat terkait kesiapan penerapan era tatanan kehidupan baru atau New Normal. Hal ini perlu disiapkan secara matang agar tidak menimbulkan gelombang Covid-19 kedua.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Rakor digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 berlangsung tertutup. Hadir dalam kegiatan tersebut dua Wakil Ketua DPRD, Ruliono dan M Ali Mahrus serta Sekretaris Daerah, Mujiono dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Banyuwangi.

Ruliono mengatakan, rapat koordinasi ini dalam rangka meminta paparan pemerintah daerah. Terkait konsep New Normal yang saat ini tengah disiapkan oleh eksekutif. 

DPRD ingin konsep new normal dipersiapkan dengan baik. Karena kalau tidak diantisipasi dengan bagus justru dapat menimbulkan gelombang Covid-19 kedua. Kita tidak menghendaki hal itu,“ ucap Ruliono, Jumat 5 Juni 2020.

Menurut Ruliono, keberhasilan memutus mata rantai Covid-19 saat pemberlakukan New Normal tidak lepas dari kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. Oleh sebab itulah, eksekutif harus membuat formulasi yang tepat agar hal tersebut bisa terwujud. 

“Penerapan new normal harus mendapatkan dukungan semua pihak khususnya masyarakat. Kunci keberhasilanya ada di masyarakat yakni kedisiplinan. Ini yang harus dipikirkan bersama,” tegas Ruliono.

Pelaksanaan Komprehensif

Tak cukup sampai di situ, formulasi terbaik tidak akan berguna jika dalam pelaksanaannya asal-asalan. “Pelaksanaannya, pengawasanya dan evaluasinya harus komprehensif, dengan melibatkan masyarakat dan media untuk saling mengingatkan,” tuturnya.

Sementara Sekretaris Kabupaten Banyuwangi, Mujiono menyampaikan, pemerintah daerah telah menyiapkan konsep maupun skenario untuk menghadapi transisi kondisi abnormal menuju New Normal Pandemi. Ada beberapa fase yang disiapkan bahkan sudah dilaksanakan.

Fase pertama, yakni di mulai Bulan Maret lalu hingga kini adalah kondisi emergenci. Pemkab bersama Gugus Tugas Covid-19 telah berupaya untuk menurunkan kurva penularan Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

“Di fase emergency dengan luasan wilayah dan jumlah penduduk, kasus covid-19 masih dalam posisi stabil di bandingkan kabupaten lain di Jawa Timur, jumlah kasus positif hanya sembilan pasien,” ucap Mujiono.

Fase kedua yakni new normal. Saat ini, eksekutif tengah membuat formulasi terbaik untuk recovery ekonomi di seluruh sektor seperti pariwisata, pelayanan publik, kesehatan, sosial bahkan pendidikan dan keagamaan.

“Dalam fase kedua ini, semua sektor harus membuat SOP menuju penerapan new normal. Sedangkan pada tahapan tatanan kenormalan baru itu adalah pelaksanaan SOP yang telah disusun dan hal ini akan kita simulasikan serta di sosialisasikan,” tutup Mujiono yang juga menjabat Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi. (ozi/adv)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR