Kamis, Januari 27, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalPuluhan Penyandang Disabilitas di Magetan Belajar Mbatik Ecoprint Bersama Sri Mulyani

Puluhan Penyandang Disabilitas di Magetan Belajar Mbatik Ecoprint Bersama Sri Mulyani

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Pipit (19) salah satu dari puluhan peserta pelatihan Mbatik Ecoprint tampak bahagia. Dia senang dapat mengikuti Workshop dan Pelatihan Mbatik Ecoprint di Joglo Kandang Ayem, Tawanganom, Magetan hari ini, Senin (29/11/2021).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Raut kegembiraan Pipit terpancar sepanjang pelatihan. Kebahagiaannya tidak dapat disembunyikan, Pipit memberikan isyarat “Senang sekali,” yang diterjemahkan oleh Amelia, guru sekaligus penerjemahnya.

Baca Juga: Pemkab Mukomuko Minta Perusahaan Rekrut Penyandang Disabilitas

Pipit meyakini bekal pelatihan ini akan bisa mengisi kesehariannya nantinya. Selama ini, penyandang tuna rungu tersebut tak memiliki kegiatan saat di rumah.

Pipit saat ini, selama di rumah hanya bisa membantu pekerjaan rumah tangga orang tuanya memasak.

Baca Juga: Pemkab Kediri Beri Alat Bantu Penyandang Disabilitas

“Ini pertama kalinya saya mengikuti kegiatan pelatihan,” katanya Pipil lewat Amelia kepada nusadaily.com.

Workshop dan Pelatihan Batik Ecoprint ini digelar Yayasan Wira Daksa Utama Magetan bersama Kemenpora berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (29-30/11/2021).

Sementara itu, Ketua Yayasan, Sri Gunarsih mengatakan, pelatihan ini ditujukan untuk para penyandang disabilitas di Magetan yang berusia produktif, 19 hingga 30 tahun untuk meningkatkan kemandirian para disabilitas ini.

Baca Juga: NPC Indonesia Harap Fasilitas Publik di Papua Lebih Ramah Disabilitas

50 peserta ini terdiri dari berbagai penyandang disabilitas seperti, tuna daksa (cacat tubuh), intelektual dan autis.

“Sebagian penyandang disabilitas merasa minder. Tidak PD (Percaya Diri) karena kekurangan yang mereka miliki. Workshop ini sebagai modal mereka agar tidak hanya meratapi. Karena di balik kekurangan pasti ada kelebihan. Modal pelatihan ini untuk mencetak pemuda disabilitas yang mandiri,” jelasnya.

Baca Juga: Menelisik Potensi Penyandang Disabilitas di Pentas Olahraga

Sementara itu, Sri Mulyani, guru membatik yang menjadi pemateri acara itu, menjelaskan bahwa, Belajar Mbatik Ecoprint ini dipilih karena mudah dikerjakan para penyandang disabilitas. Bahan Ecoprint ini juga mudah didapat yaitu dengan daun-daunan, serta ramah lingkungan.

“Materinya pasti bisa diikuti oleh para peserta. Kunci mengajari mereka ya cuma sabar,” kata Pemateri Mbatik Ecoprint, Sri Mulyani.

Baca Juga: Terdampak Pandemi, Pedangdut Magetan Jualan Pecel

Seperti halnya Pipit, Galdi, penyandang disabilitas dari Belotan, Bendo juga baru pertama kali ikut pelatihan juga sangat bersemangat. Dia antusia belajar agar bisa bangkit, dengan cita-cita menjadi pembatik ecoprint terkenal di Magetan.

“Doakan ya,” katanya dengan bahasa isyarat. (nto/ark)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed