Kamis, Desember 2, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalPPKM Turun Level 1, Ini Deretan Relaksasi Aturan di Kota Surabaya

PPKM Turun Level 1, Ini Deretan Relaksasi Aturan di Kota Surabaya

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Berdasar pada Inmendagri Nomor 53 tahun 2021, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Surabaya telah dinyatakan turun ke Level 1. Penurunan levelling tersebut telah melewati beberapa faktor, salah satunya adalah karena turun atau melandainya kasus Covid-19 yang ada di Kota Pahlawan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Selain dari faktor melandainya kasus positif Covid-19, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang ada di Kota Surabaya juga mengalami penurunan drastis. Beberapa rumah sakit rujukan yang ada di Sueabaya melaporakan jika hingga hari ini BORnya telah dibawah angka 5 persen atau dapat diartikan nihil pasien Covid-19.

Menghadapi kondisi PPKM di Surabaya yang telah memasuki level 1, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam keterangannya menjelaskan bahwa ada peraturan baru yang akan segera diterapkan di seluruh lini atau bidang yang ada di Kota Surabaya.

BACA JUGA: Ini Daftar Lengkap Wilayah PPKM Level 1, 2 dan 3 Berlaku Mulai Hari Ini

Pertama, ia mengatakan pada sektor non essensial akan diberlakukan Work From Office (WFO) maksimal 75 persen dengan catatan seluruh pegawai telah melakukan vaksinasi, kapasitas maksimal 100 persen staf untuk lokasi yang berkaitan  dengan pelayanan kepada masyarakat, dan 75 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

“Karyawan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja,” pinta Eri.

Mantan Kepala Bappeko Kota Surabaya tersebut mengatakan bahwa pada pasar trasidisional, supermarket dan sebagainya, ditentukan bahwa tingkat pengunjung bisa 100 persen, selain itu pusat perbelanjaan atau mall diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan Pukul 22.00 waktu setempat dengan kapasitas maksimal 75 persen.

“Untuk supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dengan kapasitas pengunjung 100 persen. Untuk warung makan atau warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan Pukul 22.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung makan 75 persen,” terangnya.

BACA JUGA: Begini 5 Aturan Baru PPKM Berlaku Mulai Hari Ini

Selanjutnya untuk tempat bermain anak, dan tempat hiburan dalam pusat mall dan tempat wisata diperbolehkan dibuka. Namun ada persyaratan tambahan jika membawa anak yakni harus mencatatkan alamat untuk kebutuhan 3T yang dicanangkan Dinkes Kota Surabaya.

Dengan syarat orang tua harus mencatatkan alamat dan nomor telepon untuk kebutuhan tracing.

“Anak di bawah 12 (dua belas) tahun diperbolehkan masuk di tempat wisata yang sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi dengan syarat didampingi orang tua,” tegas dia.

Kemudian untuk bioskop diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas maksimal 70 persen dan hanya pengunjung dengan kategori Hijau dan Kuning dalam PeduliLindungi yang boleh masuk.

“Restoran atau rumah makan makan dan kafe di dalam area bioskop diizinkan menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas Maksimal 75 persen dan waktu makan maksimal 60 menit,” jelasnya.

BACA JUGA: Kota Mojokerto Masuk PPKM Level 1, Ning Ita: Tetap Patuhi Prokes

Tidak hanya itu, untuk transportasi sendiri, wajib menerapkan sistem ganjil dan genap di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata mulai Jumat pukul 12.00 sampai dengan Minggu pukul 18.00 waktu setempat.

“Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 75 persen,” pungkasnya.(jar/lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR