Senin, Oktober 18, 2021
BerandaNewsRegionalPPKM, Ketua NU Jember Malah Gelar Pesta Mantu Dihadiri Politisi Sampai Pejabat...

PPKM, Ketua NU Jember Malah Gelar Pesta Mantu Dihadiri Politisi Sampai Pejabat Kampus

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Kepolisian Resor Jember sedang memproses dugaan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember KH Abdullah Syamsul Arifin alias Gus Aab.

“Kita tindak,” tegas Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin memberi pernyataan ke nusadaily.com pada Jum’at, 30 Juli 2021.

Gus Aab diketahui menggelar pesta pernikahan untuk salah seorang anak perempuannya, bertempat di Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari pada Rabu, 28 Juli 2021.

Potret pesta tersebut beredar luas dengan dengan tampak begitu banyak tamu undangan yang hadir. Termasuk juga kehadiran sejumlah orang-orang penting.

Sebut saja politisi, yakni Bupati Lumajang Thoriqul Haq, mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur Habib Haidar, dan juga mantan pejabat Universitas Islam Negeri Kyai Haji Achmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember Hamid Pujiono.

Arif menyampaikan, langkah yang ditempuh untuk penegakan hukum atas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Tindakannya tanpa tebang pilih demi memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.

Sebab, seluruh masyarakat terdampak dengan pandemi COVID-19 dan berkewajiban mematuhi ketentuan dari pemerintah. Apalagi, di Kabupaten Jember masuk kategori PPKM level 4 seiring kian meningkatnya penularan wabah COVID-19.

Sehingga, Arif menegaskan, kepolisian tanpa pandang bulu menindak siapapun yang melanggar PPKM seperti gelaran pesta pernikahan yang dapat memicu kerumunan walau itu acaranya tokoh publik sekalipun.

“Semuanya kita tindak,” pungkas perwira polisi kelahiran Jakarta, 23 Juni 1980 itu.

Kapolsek Bangsalsari, AKP I Putu Adi Kusuma menambahkan, sebelumnya sudah mendapat pernyataan dari keluarga Gus Aab bahwa acara akad nikah tanpa disertai pesta maupun tanpa mengundang banyak orang.

Namun, tetap saja acaranya berlangsung dalam bentuk hajatan yang didatangi oleh banyak tamu dari berbagai kalangan. Kejadian itu disesalkan karena, selama masa PPKM dilarang menimbulkan kerumunan.

“Kami sudah kesana bersama Babinsa dan Babinkamtimas untuk memberi teguran. Kemudian mereka sudah berjanji untuk tidak ada pesta,” bebernya.

Sementara, Gus Aab selaku tuan rumah acara pesta pernikahan anaknya enggan menjawab upaya konfirmasi melalui sambungan telepon. (sut/kal)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Puluhan Pedagang di Pasar Mangaran Ikut Sosialisasi Bahaya Jual Rokok Ilegal

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Situbondo bersama Bea Cukai Jember menggelar sosialisasi bahaya menjual rokok ilegal, Senin, 18 Oktober 2021....