Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsRegionalPolsek Kedungkandang Teruskan Penyelidikan Kasus Petasan di Musala

Polsek Kedungkandang Teruskan Penyelidikan Kasus Petasan di Musala

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Proses penyelidikan terkait kasus ledakan petasan yang terjadi pada Jumat (9/7/2021) lalu, masih terus dilakukan oleh Polsek Kedungkandang. Sebab, sampai saat ini, korban petasan masih belum bisa dimintai keterangan.

Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi mengatakan, keterangan korban diperlukan, untuk mencari tahu dari mana bubuk petasan didapatkan dan siapa yang pertama kali menginisiasi kegiatan pembuatan petasan tersebut.

“Hingga saat ini, para korban ledakan petasan belum bisa kami mintai keterangan. Kami masih menunggu kondisinya membaik,” terang dia, Senin (16/8/2021).

BACA JUGA: Sebelum Buat Petasan, Lima Pemuda Wonokoyo Kota Malang Sempat Minta Izin Ketua RT

Pada kesempatan tersebut, Yusuf menjelaskan, korban meninggal dunia dari ledakan petasan itu bertambah dua orang. Sehingga total, korban yang meninggal dunia akibat ledakan petasan itu berjumlah tiga orang.

“Korban ledakan petasan itu berjumlah lima orang. Satu orang korban, meninggal dunia beberapa jam setelah kejadian. Sedangkan dua orang korban lainnya, meninggal dunia beberapa hari setelah kejadian. Para korban mengalami luka cukup parah, akibat ledakan petasan tersebut,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan petasan terjadi pada Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 22.30, di Musala Al Ikhlas, yang terletak di Jalan Kalisari, RT 6 RW 2, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Akibat kejadian itu, empat orang mengalami luka bakar di bagian wajah dan kaki. Sedangkan satu orang meninggal dunia di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), karena mengalami luka parah di bagian kaki.

BACA JUGA: Polresta Malang Kota Masih Lakukan Penyelidikan Mendalam Terkait Kasus Ledakan Petasan

Empat korban yang mengalami luka bakar itu adalah Hasan Bisri, Nurrochim, Agus, dan Isnandar. Semuanya, berusia antara 30-35 tahun. Sedangkan, korban yang meninggal dunia bernama Ahmad Fitri berusia 27 tahun. Dan seluruh korban ledakan petasan tersebut, merupakan warga RT 6 RW 2, Kel. Wonokoyo, Kec. Kedungkandang, Kota Malang.

Diketahui, kelima korban tersebut sedang membuat petasan di dalam musala. Rencananya, petasan itu akan dinyalakan saat Hari Raya Idul Adha. Diduga, ledakan itu terjadi dari bubuk petasan yang tidak sengaja meledak karena mengalami gesekan.(nda/lna)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Bali

Kabar Gembira, Kawasan Wisata GWK Cultural Park Buka Kembali

0
NUSADAILY.COM - BADUNG - Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembali untuk kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak bulan...