Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimPolresta Malang Kota Jelaskan Motif Tersangka Rusak Bus Polisi

Polresta Malang Kota Jelaskan Motif Tersangka Rusak Bus Polisi

NUSADAILY.COM – MALANG – Belum lama ini, Polresta Malang Kota menetapkan satu orang tersangka atas aksi unjuk rasa (unras) yang sempat ricuh. Pria tersebut berinisial AN, 21 warga Wagir, Kabupaten Malang. Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu mengungkapkan, motif AN rusak bus polisi milik Polres Batu karena merasa tidak senang dengan aparat kepolisian.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Dia kesal dengan petugas (polisi). Dia meluapkan emosi dengan melempar bus polisi,” terang dia, Selasa (13/10).

Namun, Azi menjelaskan, pihaknya tidak tahu pasti penyebab kekesalan tersangka terhadap pihak kepolisian. Sehingga, ketika aksi unras, ia meluapkan dengan merusak bus polisi. “Itu hanya karena tidak suka saja,” kata dia.

Menurut Azi, kedatangan AN saat terjadi aksi tolak Omnibus Law juga lebih didorong oleh rasa kekesalannya kepada pihak kepolisian bukan pada isu penolakan dari Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

“Dia tidak paham (Omnibus Law) dan mengaku tidak tahu terkait apa demonstrasinya. Cuma karena emosi dan diluapkanlah (dengan merusak bus polisi),” tegas dia.

Bahkan, lanjut Azi, yang bersangkutan juga tidak terafiliasi dengan kelompok manapun. Ia mendatangi aksi tolak Omnibus Law saat melihat postingan di media sosial Facebook.

“AN bukan dari kelompok mana, dia ikut demo karena melihat postingan aja. Terus jalan ke sini sama istrinya ke tempat demo (Kawasan Alun-Alun Tugu, Kota Malang),” kata dia.

Setelah dilakukan pemeriksaan, AN diketahui melakukan pelemparan ke bus Polres Batu yang menyebabkan kaca sebelah kiri bus tersebut pecah.

“Dia melempar sebelah kiri kaca pakai batu, pengakuannya berkali-kali. Sama melempari petugas (polisi) juga,” tandas dia.

Atas perbuatannya, AN terancam dikenakan pasal 179 subsider 406 KUHP terkait perusakan terhadap orang atau barang dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, AN merupakan salah satu dari 129 peserta aksi yang ditahan oleh Polresta Malang Kota. Namun, dalam perkembangannya, hanya AN yang akhirnya sampai saat ini masih ditahan di Polresta Malang Kota. Berdasarkan pemeriksaan polisi, ia terlibat pelemparan batu ke bus Polres Batu, yang menyebabkan kaca dari mobil tersebut pecah.

Polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa pecahan kaca dan juga bongkahan batu yang dipakai oleh AN rusak bus polisi Polres Batu.

Diketahui dalam aksi tolak Omnibus Law di Kota Malang beberapa hari lalu menyebabkan beberapa kerusakan seperti mobil dinas, bus Polres Batu, Truk Dinas Polres Blitar, kendaraan dinas Polresta Malang Kota, Kantor DPRD, Kantor Balai Kota hingga beberapa fasilitas di jalan dan taman. (nda)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily