Selasa, Juli 5, 2022
BerandaNewsRegionalPolres Batu Ungkap Identitas dan Motif Penodong Senjata Api

Polres Batu Ungkap Identitas dan Motif Penodong Senjata Api

NUSADAILY.COM-KOTA BATU-Satreskrim Polres Batu berhasil mendedah identitas dan motif pria yang mengacungkan pistol di dekat kantor Desa Pandanrejo, Bumiaji, Kota Batu pada Kamis kemarin (13/1). Pelaku bernama Monang Sihombing usia 50 tahun asal Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Aksi Monang yang menodongkan pistol terekam CCTV yang dipasang di salah satu rumah warga. Ulah Monang pun menggemparkan warga Kota Batu seiring dengan beredarnya video berdurasi sembilan detik.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Identitas Monang terbongkar setelah Satreskrim Polres Batu melakukan penelusuran melalui video rekaman CCTV. Pria pengangguran itu ditangkap di kediamannya yang terletak di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji pada Kamis malam kemarin.

“Ditangkap di kediamannya yang tak jauh dari TKP sekitar pukul 23.00,” kata Kapolres Batu, AKBP I Nyoman Yogi Hermawan saat memimpin pers rilis ungkap kasus kepemilikan senjata tanpa izin di Mapolres Batu pada Jumat sore (14/1).

Dari penuturan tersangka, Yogi menyampaikan, Monang membidikkan senjata ke udara karena kesal setelah ada pengendara lain yang menyerempetnya saat mengendarai sepeda motor. “Cuma diarahkan ke atas, tidak sampai diletuskan. Sedangkan pengendara yang menyerempet tadi sudah pergi,” kata Yogi.

Dari hasil interogasi, pelaku membawa pistol air soft gun sebagai alat perlindungan dan koleksi pribadi. Senjata itu diperolehnya dari pembelian online seharga Rp 1,2 juta. Barang disita petugas beserta dengan tabung gas CO2 sebagai barang bukti.

Barang bukti lainnya yang disita yakni sepucuk revolver rakitan yang didalam tabungnya masih terdapat tiga amunisi. Selain itu ada empat peluru lainnya yang dimodifikasi. “Bukan asli buatan pabrik. Kami akan lakukan uji balistik dari senjata ini. Dari pengamatan awal ahli, meski peluru modifikasi, tapi diisi mesiu dan bisa meledak,” imbuh mantan Kasubid Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya.

Pelaku dijerat dengan pasal 1 ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951. Dengan ancaman hukuman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

“Kami juga masih mengembangkan kasus ini. Apakah ada pihak-pihak lain yang berkorelasi dengan perdagangan senjata,” pungkasnya. (wok/wan)

BERITA KHUSUS

Muhibah Budaya Jalur Rempah Ditutup dengan Meriah

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Wakil Gubernur (Wabup) Emil Elistianto Dardak resmi menutup rangkai kegiatan Muhibah Jalur Rempah di halaman di Rumah Rakyat (Rumah Dinas...

BERITA TERBARU

Ingat! Ke Mana pun Pakai Helm, Polisi Bisa Tilang Kamu Pakai Kamera HP di Mana Saja

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Mulai sekarang, kalau naik motor ke mana pun pakai helm kamu biar nggak kena tilang. Sebab, petugas polisi kini bisa...

NUSADAILY.COM-KOTA BATU-Satreskrim Polres Batu berhasil mendedah identitas dan motif pria yang mengacungkan pistol di dekat kantor Desa Pandanrejo, Bumiaji, Kota Batu pada Kamis kemarin (13/1). Pelaku bernama Monang Sihombing usia 50 tahun asal Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Aksi Monang yang menodongkan pistol terekam CCTV yang dipasang di salah satu rumah warga. Ulah Monang pun menggemparkan warga Kota Batu seiring dengan beredarnya video berdurasi sembilan detik.

Identitas Monang terbongkar setelah Satreskrim Polres Batu melakukan penelusuran melalui video rekaman CCTV. Pria pengangguran itu ditangkap di kediamannya yang terletak di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji pada Kamis malam kemarin.

"Ditangkap di kediamannya yang tak jauh dari TKP sekitar pukul 23.00," kata Kapolres Batu, AKBP I Nyoman Yogi Hermawan saat memimpin pers rilis ungkap kasus kepemilikan senjata tanpa izin di Mapolres Batu pada Jumat sore (14/1).

Dari penuturan tersangka, Yogi menyampaikan, Monang membidikkan senjata ke udara karena kesal setelah ada pengendara lain yang menyerempetnya saat mengendarai sepeda motor. "Cuma diarahkan ke atas, tidak sampai diletuskan. Sedangkan pengendara yang menyerempet tadi sudah pergi," kata Yogi.

Dari hasil interogasi, pelaku membawa pistol air soft gun sebagai alat perlindungan dan koleksi pribadi. Senjata itu diperolehnya dari pembelian online seharga Rp 1,2 juta. Barang disita petugas beserta dengan tabung gas CO2 sebagai barang bukti.

Barang bukti lainnya yang disita yakni sepucuk revolver rakitan yang didalam tabungnya masih terdapat tiga amunisi. Selain itu ada empat peluru lainnya yang dimodifikasi. "Bukan asli buatan pabrik. Kami akan lakukan uji balistik dari senjata ini. Dari pengamatan awal ahli, meski peluru modifikasi, tapi diisi mesiu dan bisa meledak," imbuh mantan Kasubid Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya.

Pelaku dijerat dengan pasal 1 ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951. Dengan ancaman hukuman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

"Kami juga masih mengembangkan kasus ini. Apakah ada pihak-pihak lain yang berkorelasi dengan perdagangan senjata," pungkasnya. (wok/wan)