Senin, September 26, 2022
BerandaNewsRegionalPetani Magetan Gigit Jari Gegara Irigasi Mati, DPUPR: Dari Kami Tidak Ada...

Petani Magetan Gigit Jari Gegara Irigasi Mati, DPUPR: Dari Kami Tidak Ada Kompensasi

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bagian Sumber Daya Air (SDA) Magetan angkat bicara soal tanaman petani kekeringan akibat irigasi mati.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Baca Juga: Tingginya Harga Cabai Rawit Tak Ikut Dinikmati Petani Magetan

Kabid SDA DPUPR, Yuli Karyawan Iswahjudi berdalih jika sebelum melakukan rehab irigasi Dam Bondot, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada petani di lima desa di Kecamatan Lembeyan.

Ia mengatakan, pihaknya sudah sosialisasi pada 30 Mei 2022 lalu, ke desa Nguri, Pupus, Kedungpanji, Tunggur, dan Tapen.

“Kami dan para petani sudah sepakat saat perbaikan irigasi, petani harus menanam tanaman yang tak butuh banyak air. Bahkan, sebagian petani ada yang memilih tidak menggarap lahan. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan gagal panen,” katanya, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga: Gawat! Tabungan Rp20 Miliar Raib di Bank Plat Merah, Nasabah di Makassar Berang

Yuli mengungkapkan jika tak mungkin menunda proyek perbaikan itu. Lantaran, tahun ini anggaran yang bersumber dan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp1,5 miliar itu sudah turun.

Pihaknya memanfaatkan anggaran itu untuk merehab saluran irigasi yang longsor. Jika longsor dibiarkan maka akan lebih merugikan petani.

“Saluran irigasi dam Bondot ini digunakan untuk 990 hektare lahan petani. Tidak semua menggantungkan air dari aliran irigasi. Ada pula yang sudah mandiri dengan menggunakan sumur bawah tanah milik pemerintah atau milik perorangan,” jelasnya.

Baca Juga: Puluhan Ton Gabah Petani Magetan Terendam dan Hanyut Terbawa Banjir

Lebih lanjut Yuli mengatakan, terkait petani yang berharap kompensasi, dia mempersilakan untuk mengonfirmasi ke Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP).

Karena, untuk aktivitas pertanian yang mungkin ditanggung asuransi. Pertanian merupakan ranah dinas yang dipimpin oleh Uswatul Chasanah itu.

Baca Juga: Diserang Hama Wereng dan Burung Pipit, Petani Magetan Pilih Panen Dini

“Kalau dari kami jelas tidak ada, karena kami sudah sosialisasi. Sudah sepakat dengan petani untuk menghindari konflik semacam ini. Karena merehab saluran irigasi ada kemungkinan terburuk yakni dengan menutup total irigasi. Berita acara juga sudah ada,” pungkas Yuli. (nto/ark)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

Ketua hingga Komisaris MK dan Karyawan BUMN Dilarang Gabung Timses Pemilu 2024

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) hingga komisaris dan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dilarang bergabung sebagai pelaksana dan tim kampanye...