Senin, September 20, 2021
BerandaNewsRegionalPerpanjangan Masa Darurat, Desa Tempuran dan Bekucuk Digelontor Bantuan Lagi

Perpanjangan Masa Darurat, Desa Tempuran dan Bekucuk Digelontor Bantuan Lagi

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali menyerahkan bantuan logistik ke warga Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir.

Bantuan ini merupakan perpanjangan masa darurat yang ditetapkan berlaku mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2021, untuk Dusun Tempuran dan Dusun Bekucuk).

Meliputi, air bersih dalam 8 tandon berkapasitas 3.000 liter atau 24.000 liter sesuai kebutuhan, yang didistribusikan pada masyarakat tiap Senin, Rabu dan Jumat.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyebutkan, pihaknya tidak bisa menangani masalah banjir sendiri. Melainkan harus adanya sinergitas semua pihak.

“Harus sinergis, kerja cepat, dan cancut taliwondo (kerja dengan segenap kemampuan, tidak berpangku tangan dan kerjasama),” ucapnya, Rabu, 3 Maret 2021.

Selain bersinergi, Ikfina mendorong agar peningkatan pembangunan di desa bisa dilaksanakan secara cepat demi terlaksananya desa tangguh.

Yakni, tangguh di bidang sosial, pendidikan anak dan tangguh secara global. Lanjut ia, untuk itu seluruh kepala desa harus merencanakan dan melaksanakan pembangunan, pada wilayah masing-masing sesuai potensi.

“Kita rumuskan agar ke depan proses perencanaan pembangunan desa, sudah punya platform yang jelas. Sehingga bisa tahu kapan akan dilaksanakan di tahun 2021, tahun 2022 dan seterusnya. Kita ingin mewujudkan desa tangguh dalam segala hal,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Muhammad Albarraa pada kesempatan ini menekankan agar semua dapat dikomunikasikan dengan baik dan ada solusi atas sebuah problem.

Banjir Berdampak kepada Ekonomi

Lantaran bencana banjir tidak hanya berdampak pada lingkungan saja, melainkan juga dapat berdampak pada roda perekonomian masyarakat.

“Bencana banjir ini dampaknya cukup berat. Selain lingkungan, roda ekonomi juga terhambat. Saya ingin kita semua membangun komunikasi dalam mencari solusi terbaik,” tutur Gus Barraa sapaan akrabnya.

Sementara, Kades Tempuran Slamet, dalam pertemuan bersama ini menyampaikan beberapa faktor lapangan yang dinilai menjadi salah satu pemicu banjir. Adanya sistem penyaringan sampah pada Dam Sipon yang memiliki ukuran terlalu kecil, sehingga menyebabkan penyumbatan.

Dirinya berharap akan ada pemeriksaan dan tindaklanjut terhadap penanganan tersebut.

“Mulai dari kesiapan alat penghancur sampah secara otomatis pada sistem penyaringan, sudetan saluran sungai untuk mengalihkan sebagian atau seluruh aliran air banjir, memaksimalkan pompa Dusun Bekucuk dan Desa Tempuran, pipanisasi air bersih, drainase pinggir jalan TPS 3R untuk pemilahan sampah,” bebernya.

Ada Tiga Fase dalam Penanganan Bencana

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini menambahkan, bahwa terdapat ada tiga fase dalam penanganan bencana. Yakni, pra bencana, masa tanggap bencana dan pasca bencana.

Sedangkan Kabupaten Mojokerto saat ini, berada pada fase masa tanggap bencana, karena belum dilakukan simulasi uji bencana, namun banjir sudah datang.

“Untuk itu, selain memaksimalkan jalannya Destana (Desa Tanggap Bencana), kami telah menyiapkan inovasi Keluarga Tahan Bencana, Tempat Ibadah Tanggap Bencana, dan fasilitas umum berkonsep tanggap bencana,” pungkasnya.

Sedikit catatan, di desa terdampak juga mendapatkan bantuan lain. Seperti, bantuan pengeboran air oleh Kementerian ESDM, karena sumber air Dusun Bekucuk berasa asin dan keruh. Untuk Desa Tempuran, pengeboran telah dilaksanakan pada 2020 lalu. Selanjutnya perlu tindaklanjut instalasi perpipaan ke rumah-rumah warga.

Warga Desa Tempuran juga mendapat bantuan 604 paket sembako (mie instan, minyak goreng, gula pasir, kopi instan, teh, air minum kemasan), 3.000 kg beras dan 15 dus lauk pauk.

Selain logistik, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga memberi bantuan tanggap darurat perbaikan tanggul untuk beberapa desa terdampak. Antara lain 4.000 lembar karung glangsing dan 20 lembar gedek guling (Desa Sambiroto), 1.000 lembar karung glangsing (Desa Jampirogo), 3.000 lembar karung glangsing, 20 lembar gedek guling, beras 100 kg dan 3 dus lauk pauk (Desa Sooko), dan 1.500 lembar karung glangsing (Desa Ngingasrembyong).(din/aka)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...