Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsRegionalPerbedaan Harga Minyak, Dindag Lumajang Tunggu Perintah Pusat

Perbedaan Harga Minyak, Dindag Lumajang Tunggu Perintah Pusat

NUSADAILY.COM – LUMAJANG – Sepekan pasca diumumkannya kebijakan minyak satu harga oleh Kementerian Perdagangan, harga minyak di Kabupaten Lumajang masih beragam.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pantauan nusadaily.com untuk Lumajang, kesenjangan harga minyak menyentuh margin Rp4.000-6.000 per liternya.

Amin (57), pemilik toko Jogo di pasar baru Lumajang menyampaikan perbedaan yang terlampau jauh tersebut menyebabkan pedagang seperti dirinya tidak bisa menjual minyaknya.

“Jelas rugi, orang-orang tidak mau beli lagi ke pasar karena di toko modern lebih murah,” jelasnya.

Senada, Tacik (55), pemilik toko sembako di Pasar baru juga menceritakan bahwa ia sempat menolak melayani orang yang ingin beli minyak.

“Banyak yang saya tolak jika beli minyak, kasihan juga jika harus beli dengan harga mahal,” ceritanya.

Sisi lain, Hadi Kurniawan, Kabid Perdagangan Dindag Lumajang membenarkan perbedaan harga tersebut memang terjadi.

Namun, dia berupaya penyamaan harga akan perlahan dilakukan.

“Untuk harga perlahan akan disamakan oleh pusat melalui produsen minyak tersebut, kami tunggu petunjuk dari pusat,” ujar Wawan, sapaan akrabnya.

Wawan menuturkan, belum bisa menargetkan penyamaan harga tersebut tuntas kapan. Menurutnya, aspek kebijakan merupakan wewenang dari pusat. Sedangkan, daerah hanya menjalankan perintah.

“Kebijakan itu dari pusat, sehingga kami belum bisa menargetkan kapan akan sama semua,” tambahnya.

Selanjutnya terkait stok minyak goreng di pasar modern yang selalu habis. Pihaknya mengaku tidak mengetahui berapa stok minyak goreng yang masuk ke Lumajang.

Selain itu, menurut informasi yang terhimpun, ada kenaikan harga tepung sebesar Rp10.000 per 25 Kg.

Saat di konfirmasi terkait hal tersebut, Wawan enggan memberikan komentar lebih lanjut.

“Tidak bisa menjawab untuk masalah itu, nanti kami cek,” pungkasnya. (hud/sut)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - LUMAJANG - Sepekan pasca diumumkannya kebijakan minyak satu harga oleh Kementerian Perdagangan, harga minyak di Kabupaten Lumajang masih beragam.

Pantauan nusadaily.com untuk Lumajang, kesenjangan harga minyak menyentuh margin Rp4.000-6.000 per liternya.

Amin (57), pemilik toko Jogo di pasar baru Lumajang menyampaikan perbedaan yang terlampau jauh tersebut menyebabkan pedagang seperti dirinya tidak bisa menjual minyaknya.

"Jelas rugi, orang-orang tidak mau beli lagi ke pasar karena di toko modern lebih murah," jelasnya.

Senada, Tacik (55), pemilik toko sembako di Pasar baru juga menceritakan bahwa ia sempat menolak melayani orang yang ingin beli minyak.

"Banyak yang saya tolak jika beli minyak, kasihan juga jika harus beli dengan harga mahal," ceritanya.

Sisi lain, Hadi Kurniawan, Kabid Perdagangan Dindag Lumajang membenarkan perbedaan harga tersebut memang terjadi.

Namun, dia berupaya penyamaan harga akan perlahan dilakukan.

"Untuk harga perlahan akan disamakan oleh pusat melalui produsen minyak tersebut, kami tunggu petunjuk dari pusat," ujar Wawan, sapaan akrabnya.

Wawan menuturkan, belum bisa menargetkan penyamaan harga tersebut tuntas kapan. Menurutnya, aspek kebijakan merupakan wewenang dari pusat. Sedangkan, daerah hanya menjalankan perintah.

"Kebijakan itu dari pusat, sehingga kami belum bisa menargetkan kapan akan sama semua," tambahnya.

Selanjutnya terkait stok minyak goreng di pasar modern yang selalu habis. Pihaknya mengaku tidak mengetahui berapa stok minyak goreng yang masuk ke Lumajang.

Selain itu, menurut informasi yang terhimpun, ada kenaikan harga tepung sebesar Rp10.000 per 25 Kg.

Saat di konfirmasi terkait hal tersebut, Wawan enggan memberikan komentar lebih lanjut.

"Tidak bisa menjawab untuk masalah itu, nanti kami cek," pungkasnya. (hud/sut)