Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalPenyidikan Dugaan Korupsi Berlanjut, Kepala Sekolah SMKN 10 Malang Tak Kooperatif

Penyidikan Dugaan Korupsi Berlanjut, Kepala Sekolah SMKN 10 Malang Tak Kooperatif

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Upaya penyidikan kasus dugaan korupsi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) Tahun 2019 dan Dana Operasional pada tahun 2019-2020, yang dilakukan oknum Kepala Sekolah SMKN 10 Malang terus berlanjut. Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang terus mengumpulkan barang bukti dengan melakukan penggeledahan dan memeriksa sejumlah saksi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Dino Kriesmiardi mengatakan, ada lima orang saksi yang diperiksa. Semuanya dari pihak internal sekolah SMK Negeri 10 Kota Malang.

BACA JUGA: Kejari Dalami Dugaan Korupsi SMKN 10 Kota Malang

“Jabatan saksi yang diperiksa adalah, bendahara, bendahara BA BUN, kepala tukang, tim teknis, dan ketua komite,” terang dia, Jumat (28/5/2021).

Usai melakukan pemeriksaan saksi, tim Kejari Kota Malang langsung melakukan penggeledahan dan telah mendapat beberapa dokumen.

“Penggeledahan ini, merupakan salah satu proses penyidikan untuk mencari alat-alat bukti atau dokumen yang diperlukan, yang belum kami terima untuk melengkapi pembuktian dalam penyidikan kasus ini. Alhamdulillah, ada beberapa dokumen yang sudah kami dapatkan,” jelas Kasi Intel Kejari Kota Malang, Yusuf Hadiyanto.

Geledah Ruangan Sekolah

Yusuf menerangkan, ada tiga ruangan sekolah yang digeledah. Yaitu ruang tata usaha, ruang kepala sekolah, dan ruang wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana (Waka Sarpras).

“Dokumen-dokumen yang kami amankan, memang cukup banyak. Ada dokumen dan juga komputer. Jumlahnya belum bisa kami pastikan, tapi cukup banyak. Itu semua akan kami bawa ke kantor Kejari Kota Malang, untuk kami periksa dan kami pilah. Kira-kira, mana yang relevansi dengan pembuktian saat kami lakukan penuntutan di persidangan nanti,” papar dia.

Tersangka Tidak Kooperatif

Untuk mengumpulkan barang bukti dan mengusut tuntas kasus tersebut, sepertinya bakal memakan waktu yang cukup panjang. Sebab, tersangka DL (54) tidak kooperatif. Saat dilakukan penggeledahan, yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Selain itu, dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) BA BUN Tahun 2019 tentang pembangunan ruang kelas, ternyata dibawa dan disembunyikan oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 10 Kota Malang.

Dokumen yang tidak ditemukan oleh tim penyidik Kejari Kota Malang itu adalah, dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) BA BUN Tahun 2019 tentang pembangunan ruang kelas. Padahal, dokumen tersebut sangat dibutuhkan dalam penyidikan.

BACA JUGA: Begini Ceritanya Tenaga Ahli DPR RI dari Partai Gerindra dan Pimpinan Ponpes Ditetapkan Tersangka Korupsi BOP

“Dokumen tersebut, baru saja dibawa pulang oleh kepala sekolah. Seharusnya, dokumen itu ada di sekolah. Berarti, ada indikasi, dokumen itu dibawa untuk menghilangkan alat bukti yang kami butuhkan itu,” papar dia.

Meski demikian, Kejari Kota Malang tetap melakukan penyidikan atas dugaan kasus korupsi yang terjadi di SMK Negeri 10 Kota Malang tersebut.

“Kami akan melakukan cross check dan penelusuran lagi. Terkait, dokumen yang dibawa pulang oleh kepala sekolah,” pungkas dia.(nda/lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR