Minggu, September 25, 2022
BerandaNewsRegionalPenjelasan Disdik Surabaya Soal Lambang PDIP di Materi SD

Penjelasan Disdik Surabaya Soal Lambang PDIP di Materi SD

NUSADAILY.COM- SURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya Supomo memberikan penjelasan terkait kemunculan lambang PDIP sebagai pengganti sila keempat, pada materi pelajaran kewarganegaraan bagi kelas 1 SD.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Peristiwa tersebut terjadi pada program ‘Belajar dari Rumah Bersama Guruku’ yang merupakan kerja sama antara Pemkot Surabaya dengan SBO TV yang itu disiarkan secara langsung.

Supomo menyatakan, pihaknya masih melakukan klarifikasi terhadap guru yang mengajar program tersebut pada Selasa (8/9/2020). “Kita klarifikasi. Saya belum dapat info terakhir tentang apa kemudian yang menyebabkan sampai muncul seperti itu,” ujar Supomo dikonfirmasi Nusadaily.com, Selasa (8/9/2020) malam.

Disdik Surabaya Supomo
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo

Supomo mengaku, berdasarkan klarifikasi awal, guru tersebut tidak sengaja menampilkan logo PDIP saat menjelaskan sila keempat Pancasila.

Dia pun menegaskan, setiap materi yang disampaikan, harus berdasar pada buku panduan. Supomo menduga, guru tersebut terburu-buru membuat materi pembelajaran, sehingga mengambil gambar yang salah dari internet. “Kalau tadi berpapasan sebentar, ya diangomong tidak sengaja. Karena dia kansearching, ngambil dari Google kemungkinan begitu,” kata Supomo.

Guru Terbaik

Supomo mengatakan, guru yang mengajar pada program tersebut adalah guru-guru terbaik dengan IPK minimal 3,75. Guru yang kebetulan mengajar tersebut sudah empat kali mengajar.

Namun pada Selasa (8/9) bukan merupakan jadwalnya dia untuk mengajar, melainkan guru lainnya. Namun guru yang semestinya mengajar sakit, sehingga dia diminta menggantikan.

“Dia ngajar untuk mengganti guru yang seharusnya ngajar kemudian sakit. Lah siaran ini adalah siaran langsung. Sedangkan dia menyiapkan materinya waktunya terbatas karena bukan jadwalnya ngajar,” ujar Disdik Surabaya.

Supomo menegaskan, atas peristiwa tersebut pihaknya segera melakukan evaluasi. Bahkan dia menyebutkan, kemungkinan nantinya program tersebut tidak disiarkan secara langsung.

“Terkait ini kami kemudian evaluasi mungkin nanti kami tidak melakukan siaran langsung supaya nanti bisa diedit,” pungkasnya.(ric)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

Waduh! Rusia Lancarkan Serangan Baru ke Ukraina saat Referendum Digelar

NUSADAILY.COM – MOSKOW - Pasukan Rusia dikabarkan melancarkan serangan baru di kota-kota Ukraina, Sabtu (24/9), saat pemungutan suara referendum berlanjut. Pemilihan suara dengan mekanisme referendum sedang...