Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsRegionalPenipuan CPNS di Kota Malang, Ini Kata Kuasa Hukum Korban

Penipuan CPNS di Kota Malang, Ini Kata Kuasa Hukum Korban

NUSADAILY.COM – MALANG – Korban penipuan yang dijanjikan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ternyata cukup banyak. Menurut kuasa hukum sejumlah korban, Tjandra Febryanto, dia memiliki sembilan orang klien yang tertipu dengan total kerugian Rp 422 juta.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Ini tidak boleh dibiarkan, klien saya ada yang mengeluarkan uang Rp 132 juta untuk tiga orang keluarganya, ada yang Rp 45 juta, ada yang Rp 72 juta, macam-macam. Anaknya dijanjikan jadi PNS dari tahun 2017, tapi tidak ada satu pun yang jadi,” terang dia.

BACA JUGA: Dijanjikan Jadi PNS Lewat Jalur Khusus, Korban Rugi Hingga Puluhan Juta

Tjandra menjelaskan, jika ditotal dari berbagai daerah, ada sekitar 152 orang tertipu dengan RN, yang berasal dari berbagai kota. Untuk itu, ia bersama sembilan kliennya memutuskan untuk melaporkan dugaan penipuan tersebu ke Polresta Malang Kota.

“Jika diasumsikan masing-masing orang Rp 47 juta, dikalikan 152 orang, sudah berapa kerugiannya, ini tidak bisa dibiarkan,” papar dia.

Menurut Tjandra, para korban tergiur lantaran pelaku sangat pandai meyakinkan korbannya.

“Orangnya pintar ngomong dan meyakinkan sekali kalau bicara,” papar dia.

Selain dugaan penipuan, pihaknya juga melaporkan adanya indikasi pemalsuan surat. Sebab, setelah ditelusuri, Surat Keterangan (SK) lolos uji publik tersebut tidak dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), meski ada stempel dan kop surat.

“Setelah dicek, semua fiktif dan palsu. Karena, NIK-nya bukan NIK PNS. Ini tidak boleh dibiarkan, harus dihentikan, sebelum korban-korban lain muncul,” kata dia.

Meski SK abal-abal tersebut sudah ditarik oleh pelaku, sejumlah korban sudah mendokumentasikan sebagai bukti.

BACA JUGA: Oknum ASN Jadi Tersangka Penipuan Seleksi Masuk IPDN, Korban Rugi Ratusan Juta

“Sekarang sudah ditarik oleh pelaku, alasannya ada kesalahan. Tapi, sudah difoto sama klien saya sebagai bukti,” tandas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak sembilan orang warga asal Pasuruan mendatangi Polresta Malang, Kota, Rabu (23/6/2021). Didampingi kuasa hukumnya, Tjandra Febryanto, mereka melaporkan dugaan penipuan yang mengakibatkan korban rugi hingga puluhan juta rupiah.

Kasus ini bermula saat ada oknum yang mengaku pengacara, yakni RN (53) warga Puri Kartika Asri, Kota Malang, menawarkan sejumlah orang untuk mendaftar pengawai negeri sipil (PNS) melalui jalur khusus, tanpa dipungut biaya hingga surat keterangan (SK) turun.

Namun, seiring berjalannya waktu, oknum tersebut meminta sejumlah uang dengan berdalih untuk mengurus berbagai surat. Sehingga jumlahnya membengkak hingga puluhan juta.(nda/lna)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Viral Siswi SMP di Ngawi Minggat, Tinggalkan Sepucuk Surat

NUSADAILY.COM – NGAWI – Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) bernama Mallika Syifa Addhuha minggat dari rumah pada Jumat, 27 Mei 2022, sekitar subuh....
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - MALANG - Korban penipuan yang dijanjikan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ternyata cukup banyak. Menurut kuasa hukum sejumlah korban, Tjandra Febryanto, dia memiliki sembilan orang klien yang tertipu dengan total kerugian Rp 422 juta.

"Ini tidak boleh dibiarkan, klien saya ada yang mengeluarkan uang Rp 132 juta untuk tiga orang keluarganya, ada yang Rp 45 juta, ada yang Rp 72 juta, macam-macam. Anaknya dijanjikan jadi PNS dari tahun 2017, tapi tidak ada satu pun yang jadi," terang dia.

BACA JUGA: Dijanjikan Jadi PNS Lewat Jalur Khusus, Korban Rugi Hingga Puluhan Juta

Tjandra menjelaskan, jika ditotal dari berbagai daerah, ada sekitar 152 orang tertipu dengan RN, yang berasal dari berbagai kota. Untuk itu, ia bersama sembilan kliennya memutuskan untuk melaporkan dugaan penipuan tersebu ke Polresta Malang Kota.

"Jika diasumsikan masing-masing orang Rp 47 juta, dikalikan 152 orang, sudah berapa kerugiannya, ini tidak bisa dibiarkan," papar dia.

Menurut Tjandra, para korban tergiur lantaran pelaku sangat pandai meyakinkan korbannya.

"Orangnya pintar ngomong dan meyakinkan sekali kalau bicara," papar dia.

Selain dugaan penipuan, pihaknya juga melaporkan adanya indikasi pemalsuan surat. Sebab, setelah ditelusuri, Surat Keterangan (SK) lolos uji publik tersebut tidak dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), meski ada stempel dan kop surat.

"Setelah dicek, semua fiktif dan palsu. Karena, NIK-nya bukan NIK PNS. Ini tidak boleh dibiarkan, harus dihentikan, sebelum korban-korban lain muncul," kata dia.

Meski SK abal-abal tersebut sudah ditarik oleh pelaku, sejumlah korban sudah mendokumentasikan sebagai bukti.

BACA JUGA: Oknum ASN Jadi Tersangka Penipuan Seleksi Masuk IPDN, Korban Rugi Ratusan Juta

"Sekarang sudah ditarik oleh pelaku, alasannya ada kesalahan. Tapi, sudah difoto sama klien saya sebagai bukti," tandas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak sembilan orang warga asal Pasuruan mendatangi Polresta Malang, Kota, Rabu (23/6/2021). Didampingi kuasa hukumnya, Tjandra Febryanto, mereka melaporkan dugaan penipuan yang mengakibatkan korban rugi hingga puluhan juta rupiah.

Kasus ini bermula saat ada oknum yang mengaku pengacara, yakni RN (53) warga Puri Kartika Asri, Kota Malang, menawarkan sejumlah orang untuk mendaftar pengawai negeri sipil (PNS) melalui jalur khusus, tanpa dipungut biaya hingga surat keterangan (SK) turun.

Namun, seiring berjalannya waktu, oknum tersebut meminta sejumlah uang dengan berdalih untuk mengurus berbagai surat. Sehingga jumlahnya membengkak hingga puluhan juta.(nda/lna)