Jumat, Januari 21, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalPenghargaan untuk Arifin, Pria yang Renangi Danau Kawah Ijen demi Evakuasi Jenazah...

Penghargaan untuk Arifin, Pria yang Renangi Danau Kawah Ijen demi Evakuasi Jenazah Sahabatnya

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Aksi heroik yang dilakukan Ahmad Arifin (59) patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, warga Dusun Gelondok Desa/Kecamatan Licin ini nekat berenang mengarungi danau Kawah Ijen sejauh 150 meter demi mengevakuasi jenazah sahabatnya yang menjadi korban gelombang setinggi 3 meter.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Aksi tersebut terbilang cukup ‘gila’. Sebab, danau Kawah Ijen terkenal sebagai danau yang paling asam di dunia. Terlebih lagi, aksi ia terjun berenang tanpa mengenakan baju pelindung apa pun. Tubuhnya bersentuhan langsung dengan air danau yang memiliki suhu mencapai 40 derajat celcius.

Aksi heroik nan berbahaya itupun mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Salah satunya dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi. Arifin dinilai sebagai sosok yang pantas menjadi tauladan. Dimana dia rela membahayakan dirinya sendiri demi mengevakuasi jenazah karibnya tersebut.

Penghargaan dan tali asih diserahkan langsung oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin di kantor Candi Ngrimbi, Rabu malam, 3 Juni 2020. “Ini penghargaan kepada mereka berdua. Mereka adalah pahlawan. Dari mereka kita belajar untuk setia kawan dan toleransi,” kata Arman

Penghargaan tersebut tidak hanya diberikan kepada Arifin. Alimik, teman korban yang pada saat itu berhasil menyelamatkan diri dari bencana, juga mendapatkan penghargaan dari Kepolisian. Sebab Alimik langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas di TWA Kawah Ijen.

Niat Membantu Teman Seperjuangan

Menurut Kapolresta, aksi yang dilakukan Arifin sebenarnya berbahaya. Namun karena melihat kondisi sahabat karibnya yang bekerja sejak 24 tahun bersama, Arifin nekat terjun dan berenang sekitar 150 meter ke bibir danau kawah. Ditambah lagi kondisi saat itu juga bisa juga muncul gas beracun.

“Ini memang kenekatan pak Ahmad Arifin. Padahal berbahaya. Namun dirinya melakukan itu demi temannya. Salut untuk pak Arifin,” puji Kapolresta

Ahmad Arifin mengaku berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh aparat kepolisian tersebut. Namun, baginya aksi tersebut dilakukannya bukan ingin menjadi pahlawan dan lain sebagainya. Melainkan murni karena rasa kemanusiaan. Terlebih korban merupakan sahabat karib yang sudah 26 tahun bekerja bersama di penambangan belerang Ijen.

“Terima kasih atas pernghargaan ini. Tapi yang jelas apa yang saya lakukan karena rasa kemanusiaan. Beliau (korban) adalah sahabat saya. Sudah 26 tahun kita kumpul bersama,” tutup Arifin yang juga berprofesi sebagai pengawas penambang belerang ini. (ozi/lna)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily