Rabu, Desember 1, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalPemkot Surabaya Akui Pembebasan Lahan Sempat Berjalan Alot Selama 1 Tahun

Pemkot Surabaya Akui Pembebasan Lahan Sempat Berjalan Alot Selama 1 Tahun

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya, melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya dan Bagian Hukum Pemerintah Kota Surabaya mengakui bahwa proses berjalannya pembebasan lahan di Jalan Wonokromo tersebut sempat menemui kebuntuan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Seperti diketahui sebelumnya, bahwa Pemkot Surabaya sudah melakukan banyak upaya sejak tahun 2020. Pada 23 Desember 2020 Pemkot Surabaya melakukan rapat terkait perhitungan besaran sewa untuk bangunan stand no 13 atas nama Noer Usman (berdasarkan surat dari PD Pasar Surya Surabaya).

Kemudian pada 23 Februari 2021 Pemkot Surabaya berencana melakukan eksekusi namun tertunda. Pada 19 Mei 2021 Pemkot Surabaya melalui Kelurahan Wonokromo dan Kecamatan Wonokromo menawarkan rusunawa terhadap warga yang akan dilakukan eksekusi.

BACA JUGA: 15 Persil Bangunan untuk Pedestrian dan Saluran Air Dieksekusi Pemkot Surabaya

Namun, hanya atas nama Nur Hasan yang telah menerima dan menempati rusunawa Keputih, sedangkan lainnya menolak. Lalu, pada 25 Mei 2021 Pemkot Surabaya berencana melakukan eksekusi namun kembali tertunda.

Selanjutnya, pada 7 September 2021 terjadi proses mediasi di Pengadilan Negeri Surabaya, bahwa Pemkot Surabaya akan menyiapkan surat pengantar pengambilan uang konsinyasi, apabila sudah ada kesepakatan damai antara PD Pasar Surya Surabaya dengan warga.

Pada 1 Oktober 2021, menindaklanjuti surat dari Pengadilan Negeri Surabaya, perihal pemberitahuan eksekusi pengosongan, Pemkot menyampaikan agar warga dapat membongkar sendiri.

Selain itu, penetapan eksekusi Pengadilan Negeri Surabaya pada 2 November 2020 dengan total 14 stand dan 14 Januari 2021 dengan total 1 stand. Hasilnya, total 15 persil bangunan di Jalan Wonokromo berhasil dirobohkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya, Erna Purnawati mengatakan, bahwa 15 persil bangunan yang dirobohkan akan dimanfaatkan untuk pelebaran jalan dengan panjang 300 meter.

“Pelebaran jalan kurang 5 meter untuk pedestrian dan saluran air,” ujar Erna.

BACA JUGA: Wali Kota Tambah Anggaran Pembebasan Lahan Sungai Bedera

Ia menjelaskan, bahwa pelebaran jalan tersebut merupakan kelanjutan dari proyek pelebaran jalan frontage arah Bundaran Waru Cito hingga Jembatan Sawunggaling, yang memiliki panjang 43 km.

“Ini lanjutan frottage, tinggal ini saja. Khususnya disini ada masalah, yakni PD Pasar Surya menganggap bahwa ini masuk kedalam asetnya. Tetapi warga merasa tinggal sejak lama. Akhirnya kami melakukan konsinyasi,” pungkasnya.(jar/lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR