Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalPemkot Malang Ajak Anak-Anak Bijak Gunakan Media Sosial

Pemkot Malang Ajak Anak-Anak Bijak Gunakan Media Sosial

NUSADAILY.COM – MALANG – Seiring dengan adanya kemajuan teknologi, pengguna internet dan media sosial terus meningkat. Tak hanya dari kalangan orang dewasa, namun juga anak-anak.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat agar bijak menggunakan media sosial.

Wali Kota Sutiaji dalam berbagai momen juga sering mengingatkan pentingnya membangun literasi digital demi menjaga esensi positif teknologi informasi dan komunikasi.

BACA JUGA: Bantu UMKM, Ini yang Dilakukan Pemkot Malang

“Hal ini juga dilakukan untuk mencegah penyebaran hoax di kalangan masyarakat,” papar dia, Minggu (5/12/2021).

Sementara itu, Camat Klojen, Heri Sunarko, berharap, para peserta kegiatan yang belum lama ini dipilih menjadi pengurus Forum Anak tingkat kecamatan maupun kelurahan mampu menularkan pengetahuan ke keluarga dan teman-teman sebaya disekitarnya.

“Media sosial, internet silakan digunakan, tapi anak-anakku tersayang, tetaplah menjadi anak-anak yang tidak lupa akan budaya dan etika. Jaga diri sebaik mungkin terhadap kejahatan di media sosial,” ujar Heri.

Terpisah, Kepala Seksi Layanan Informasi Publik Diskominfo, Pandu Zanuar yang didapuk menjadi narasumber membagikan beberapa tips bijak bermedia sosial.

Di antaranya dengan melindungi dan tidak membagikan data pribadi seperti nomor ponsel, rekening tabungan, kartu identitas diri, nama orang tua, tanggal lahir hingga riwayat kesehatan dan tidak termakan rayuan membagikan foto pribadi yang mengeksploitasi aspek seksual diri.

“Adik-adikku semua, jangan pernah mau membagikan foto tanpa busana ke teman dekat apalagi orang lain yang baru dikenal  Banyak sekali predator seksual dengan berbagai modusnya. Hati-hati,” tegas dia.

Selain proteksi data pribadi, menjadi bijak di dunia maya juga penting dilakukan dengan menghindari sembarangan mengklik tautan yang tidak jelas atau memberikan persetujuan aplikasi tanpa membaca persyaratan, menyampaikan pendapat secara bebas namun tetap santun, tidak memproduksi atau ikut menyebarkan berita tidak jelas yang berpotensi hoaks, dan menghindari perundungan siber (cyberbullying).

BACA JUGA: Pemkot Malang Bakal Perkuat Tata Cara Mengakses Vaksin Covid-19

“Beberapa modus perundungan antara lain doxing (mempublikasikan data pribadi orang lain), cyberstalking (menguntit di dunia maya yang kemudian berujung penguntitan di dunia nyata), revenge porn (penyebaran foto/video asusila dengan tujuan balas dendam yang dibarengi dengan tindakan intimidasi dan pemerasan),” lanjut dia.

Pandu menggarisbawahi sebuah hal penting dalam perlindungan anak, yakni kehadiran orang tua yang memahami dan bisa menjalin komunikasi yang erat dengan anak-anak agar bisa mendeteksi sejak dini kejadian perundungan. 

Sebuah fakta dari riset cyberbullying statistics tahun 2021 mengungkap bahwa 62 persen remaja tidak mau menceritakan perundungan yang dialami kepada orang tua. 

“Orang tua perlu hadir tidak hanya sebagai ayah atau ibu, tapi juga teladan dan sahabat dimata anak-anak,” pungkas dia.(nda/lna)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed