Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaNewsRegionalPemkab Sumenep Terapkan PPKM Level 3, Ini Rinciannya

Pemkab Sumenep Terapkan PPKM Level 3, Ini Rinciannya

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur terapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Hal itu telah tertuang pada surat keputusan (SK) Bupati nomor 333 tentang perpanjangan pelaksanaan PPKM level 3 penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumenep.

“Untuk SK yang pertama sudah turun, nomor 333 tentang perpanjangan pelaksanaan PPKM level 3 penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumenep. Sementara untuk perpanjangan PPKM hingga 2 Agustus mendatang, tinggal melanjutkan SK Bupati itu,” ungkap Wakil sekretaris tim satuan tugas (Satgas) Covid-19 Sumenep, Abd. Rahman Riadi, saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan selularnya, Selasa 27 Juli 2021.

BACA JUGA: Vaksinasi Pelajar di Sumenep, Kehadiran Tak Sampai 10 Persen

Menurutnya, aturan baru tersebut akan menyesuaikan dari SK Bupati Sumenep. Seperti halnya regulasi dan relaksasi dari penyesuaian PPKM sebelumnya.

“Saya kira tinggal menyesuaikan pada Imendagri saja, karena disitu sangat jelas. Misalkan ada beberapa kegiatan yang ada sedikit relaksasi sejak perpanjangan penyesuaian PPKM pada 25 Juli kemarin itu,” katanya.

Rahman mencontohkan, pedagang kaki lima (PKL), warung lapak dan warung makan, sudah bisa beroperasi dengan kapasitas maksimal pengunjung 25 persen, dengan batasan waktu pukul 20.00 WIB.

“Waktu makan pengunjung itu 20 menit. Sebelumnya aturan ini kan tidak boleh, tapi sekarang sudah boleh dengan adanya pembatasan itu atau ada relaksasi,” terang Rahman.

BACA JUGA: PPKM Level 4, PKL Bondowoso Izin Berjualan di Alun-Alun

Sementara itu, pasar rakyat untuk kebutuhan sehari-hari sudah mulai dibuka dengan kapasitas 50 persen, dengan rentan waktu hingga pukul 15.00 WIB. “Pusat toko, pasar rakyat, toko kelontong, dan swalayan itu bisa buka 50 persen dengan durasi waktu hingga pukul 20.00 WIB,” jelasnya.

Pesta Pernikahan Diperbolehkan

Selanjutnya, pesta pernikahan yang sebelumnya tidak boleh, tutur Rahman, saat ini diperbolehkan dengan maksimal undangan 20 orang, namun tidak diperbolehkan makan di tempat.

BACA JUGA: Momentum PPKM Dimanfaatkan Tata Pasar Tradisional di Yogyakarta

“Aturan baru ini ada relaksasi-relaksasi yang berbeda dengan aturan PPKM yang sebelumnya. Jadi misal lebih dari 20 undangan tidak boleh,” tutupnya. (nam/lna)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu